Saat tulisan ini dibuat, tahun baru tinggal selangkah lagi. Apakah Anda sudah menyiapkan resolusi untuk diwujudkan di tahun mendatang? Tentu tidak terbatas pada resolusi pribadi, bisa saja berhubungan dengan keluarga. Salah satunya mungkin adalah bagaimana menciptakan waktu yang lebih berkualitas bersama dengan keluarga kita.

Apakah keluarga Anda terdiri dari orang-orang yang super sibuk? Mungkin Anda perlu memiliki kalender bersama yang ditempelkan di dinding agar bisa mengetahui aktivitas masing-masing anggota keluarga sehari-hari. Senin, anak-anak ada les bahasa dan pertandingan sepak bola; Selasa Ibu ada rapat dan menjenguk teman yang sedang sakit; Rabu Ayah harus lembur di kantor. Artinya untuk bisa berkumpul, misalnya untuk makan malam bersama, menjadi hal yang sulit. Begitu juga di akhir pekan yang kondisinya boleh jadi tidak jauh berbeda, seakan-akan satu-satunya waktu dimana semua anggota berkumpul di rumah adalah ketika tidur. Anda tahu bahwa perlu ada waktu untuk berbincang, untuk mengisi waktu bersama, untuk makan bersama, bahkan hanya menonton video atau film bersama. Tapi bagaimana?

Hal pertama yang perlu diingat adalah sesuaikan pengharapan anda. Mungkin saja merupakan hal yang sulit untuk bisa makan malam bersama 5 atau bahkan 3 kali dalam seminggu, maka cobalah setidaknya 1 atau 2 kali, namun isilah waktu tersebut dengan maksimal. Matikan televisi atau radio, berhenti menggunakan gadget untuk mengecek sosmed, serta berusahalah untuk berbicara dan mengungkapkan pikiran satu sama lain pada saat itu. Khusus untuk televisi saja misalnya, sering sebagian dari kita memilih untuk menonton sambil makan, meskipun barangkali ada pilihan fasilitas untuk bisa merekam acara yang dapat ditonton di waktu lain. Atau jika bukan orang tua yang melihat berita, televisi dinyalakan untuk menonton acara anak.

Lalu bagaimana agar waktu bisa digunakan semaksimal mungkin ketika sedang bersama?

  • Beberapa keluarga memiliki kebiasaan masing-masing. Misalnya setiap kali selesai makan malam bersama, diikuti dengan melanjutkan pembicaraan atau melakukan berbagai kegiatan. Atau bisa juga dengan meluangkan satu hari di akhir pekan untuk keluar rumah atau mungkin beraktivitas di dalam rumah. Waktu untuk keluarga tidak selalu harus direncanakan atau melakukan suatu aktivitas. Bicaralah dengan anak ketika ia sedang melakukan kegiatan yang menjadi tugasnya. Sebagai contoh, tanyakan bagaimana perasaannya ketika (misalnya) mencuci piring yang telah ia gunakan, membersihkan kamarnya, atau membantu untuk melipat cucian. Dalam cara ini, orang tua dapat membangun komunikasi dengan anak dan sebaliknya, anak dapat juga belajar untuk melatih kemandiriannya.
  • Manfaatkan waktu selama di perjalanan, misalnya ketika di dalam angkot, bis, mobil, kereta api, atau pesawat untuk berbicara. Seringkali anak lebih terbuka ketika sedang berjalan-jalan, sejenak melupakan (jika ada) perdebatan dengan anggota keluarga yang lain, memberikan waktu bagi mereka untuk bersantai dan merasa rileks, atau menikmati bunyi kendaraan yang sedang ditumpangi. Banyak orang tua merasakan bahwa waktu ketika berpergian merupakan momen untuk berbicara dari hati ke hati.
  • Cara lain yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan waktu yang terbatas adalah dengan tidak sibuk dengan pikiran anda sendiri ketika sedang bersama anak, entah itu masalah yang berkaitan dengan pekerjaan, bisnis, atau relasi. Mungkin saja anak ingin bercerita mengenai hal yang baru saja ia alami dan membuatnya kecewa, marah, senang, atau sedih. Dengan berbagi emosi dari berbagai masalah yang anda rasakan di waktu kecil, anak juga dapat belajar bagaimana cara menghadapi waktu-waktu yang tidak mudah baginya.

Ketika orang tua berbicara dengan anak mengenai berbagai hal yang dianggap penting pada saat ini, semoga nantinya anak juga ingin berbicara pada orang tua mengenai hal-hal yang penting baginya di masa depan. Dengan meluangkan sebagian waktu setiap hari, keluarga akan membangun lapis demi lapis ikatan persahabatan dan kepercayaan. Tidak masalah sesingkat apa, waktu untuk bersama satu sama lain merupakan simpanan berharga dan penting. Bukan selalu tentang apa yang kita lakukan ketika bersama, melainkan pengalaman bahwa kita bersama.

Sumber:
Shure, Myrna B. 2005. Thinking Parent, Thinking Child: How to Turn Your Most Challenging Problems into Solutions. USA: McGraw-Hill Companies, Inc.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

− 2 = 3