Sahabat CC, siapa yang tak tahu manfaat membaca? Selain menulis dan berhitung, membaca digolongkan ke dalam keterampilan dasar yang wajib dikuasai anak. Nah, ternyata membacapun ada teknik-tekniknya, salah satunya adalah reading aloud, atau membaca dengan suara keras. Mau itu baca buku, e-book, artikel, atau apapun, teknik ini ternyata punya beberapa manfaat.

Dalam artikel di childrencafe.com yang berjudul “Membaca, Hobi Klasik Sarat Manfaat Untuk Anak”, disebutkan bahwa membaca pada hakekatnya adalah memahami simbol, menghubungkan setiap simbol menjadi sesuatu yang lebih bermakna. Masih ingatkah kita saat dulu kecil dan belajar tentang benda dan simbol di sekeliling kita? Orang tua kita menunjuk serta menyebutkan nama benda/ simbol itu, kemudian kita menirukannya dengan suara keras. Tak hanya sekali, namun berulang kali, tentu saja tujuannya agar kita ingat dan hafal dengan nama-namanya. Demikian pula dengan membaca, reading aloud membuat kegiatan membaca kita lebih efektif.

Colin MacLeod, psikolog di University of Waterloo Canada, telah melakukan penelitian mendalam mengenai pengaruh reading aloud pada memori. Ia menemukan bahwa orang-orang yang membaca dengan suara keras lebih banyak mengingat kata dan teks daripada saat membacanya dalam hati. Meningkatnya memori ini sangat kuat terjadi pada anak-anak, namun juga berdampak pada orang dewasa.

Khusus untuk anak Tk usia 5-6 tahun, sekelompok peneliti dari Lebanese American University menyimpulkan bahwa reading aloud membantu meningkatkan kosakata anak dan membantu anak memahami isi bacaan. Ini dibuktikan dengan beberapa pertanyaan yang dilontarkan kepada anak seusai dibacakan cerita dengan suara keras, dan ternyata anak-anak dapat menjawabnya dengan tepat. Berikut ini beberapa contohnya:

Ms. J: What does grandpa say? 
Zeina : We never ‘sobey’ our grandpa. 
Ms. J: Yes, we say we never disobey our grandpa. But what does that mean? 
Zeina: It means that we do what the grandpa says.
Ms. N: Oh no, he throws nails on the road!
Reine: What are the nails?
Ms. N: Who can tell her what the nails are?
Ahmad: (using his hand as a hammer) If we want to fix something, and the wall is broken, we take a hammer to get the nails into the wall.

Membiasakan Reading Aloud Pada Anak

Seperti biasa, mulailah dari diri kita. Jika anak masih belum bisa membaca, biasakan membacakan buku atau cerita dengan suara keras. Bahkan saat anak masih bayi dan belum tertarik pada buku, membacakan buku akan membuatnya terbiasa mendengarkan dan menyerap informasi melalui secara auditory.

Jika anak sudah bisa membaca, mintalah anak yang membacakan isi bukunya dan berikan umpan balik yang diperlukan. Misalnya ada kata atau bacaan yang perlu dikoreksi, intonasi atau jeda yang kurang sesuai dengan tanda baca, dan sebagainya. Nah Sahabat CC, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan agar kegiatan reading aloud bersama anak lebih efektif.

Pertama, persiapan sebelum mulai. Pilihlah buku yang menarik baik bagi kita maupun anak. Hal ini penting untuk menjaga antusiasme selama membaca nantinya. Bisa pula kita bergiliran dengan anak, hari ini kita yang memilih buku, lalu besok anak boleh memilih. Kita juga sebaiknya sudah membaca bukunya terlebih dahulu. Buat catatan atau tandai halaman di mana ada kosakata baru yang ingin kita ajarkan pada anak.

Kedua, saat mulai membaca bersama anak. Jaga semangat dan antusiasme kita karena akan menular pada anak. Kita juga dianjurkan untuk berhenti di bagian-bagian tertentu untuk menstimulasi anak. Misalnya, di pertengahan cerita tanyakan pada anak “Kira-kira menurut kamu apa yang selanjutnya terjadi ya?” atau “Wah, kelincinya mau pergi, kemana ya kira-kira?”, dan sebagainya. Dengan cara ini anak akan merasa terlibat dan lebih memahami isi cerita, bukan hanya sebagai pendengar. Jika anak yang tengah membacakan ceritanya, kita juga bisa kok memberi jeda dan pertanyaan-pertanyaan sisipan semacam itu. Itulah mengapa kita perlu membaca bukunya lebih dulu sebelum membacanya bersama anak.

Ketiga, saat kegiatan reading aloud sudah selesai. Apakah setelah itu kita langsung tutup buku dan melanjutkan kegiatan lain? Sebaiknya tidak ya, Sahabat. Yuk, cek pemahaman anak dengan mengajaknya berdiskusi usai membaca. Misalnya, “Adek suka ga ceritanya? Paling suka sama siapa? Kenapa suka sama dia?” atau bicara tentang perasaan kita “Eh tadi Mama senang sekali waktu putrinya berhasil pulang ke istana. Adek seneng juga ga?” serta masih banyak pertanyaan lain yang bisa kita ajukan. Oiya, jika ada kosakata baru yang ia pelajari, ada baiknya diulang kembali ke halaman yang memuat kata-kata itu, atau bisa langsung ditanyakan pada anak. “Kakak tadi belajar kata-kata baru apa aja, masih ingat ga?”.

Nah.. ternyata cukup sederhana kan membiasakan anak membaca dengan suara keras? Jika sudah kita latih sejak kecil, anak akan terbiasa menggunakan teknik ini, terutama saat ia harus memahami suatu bacaan yang cukup sulit baginya. Selain meningkatkan memori, kosakata, dan pemahaman anak terhadap bacaan, reading aloud juga melatih anak untuk fokus pada bacaannya. Bayangkan Sahabat, jika di sekitar anak banyak sumber gangguan (misalnya suara tv, gadget yang tengah kita gunakan, mainan yang ada di dekatnya, atau aroma masakan kita di dapur), tentu fokus dan perhatian anak mudah teralihkan. Membaca dengan suara keras akan membuatnya lebih fokus daripada ia membacanya dalam hati.

Itulah beberapa tipsnya dan semoga bisa segera Anda praktekkan ya, Sahabat CC. Share ke kami ya kalau Anda sudah mencobanya, sampai jumpa!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

36 + = 45