Tahun segera berganti, pasti banyak di antara kita yang sudah menyiapkan resolusi untuk tahun depan. Menyusun resolusi biasanya diawali dengan refleksi. Kalau sebelumnya kita fokus ke pencapaian dan target di aspek pekerjaan, keuangan, kesehatan, atau mungkin spiritualitas, sekarang mari sertakan aspek pengasuhan atau parenting untuk kita tinjau ulang.

Jika kita memandang cermin, bayangan yang muncul adalah diri kita sendiri. Refleksi seringkali terjadi dari dialog dan diskusi dengan diri sendiri. “Saya sudah berhasil mencapai target A, target B baru tercapai 50 persen, namun target C belum saya mulai sama sekali.” Kemudian kita mulai mengevaluasi apa faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan maupun kegagalan kita, apa pola yang sudah baik dan apa yang perlu diubah, sampai ke hal-hal apa yang harus diperbaiki ke depannya.

Sahabat CC, pengasuhan atau parenting tentu kita jalankan bersama pasangan kita. Karena itu dalam merefleksikannya kita melakukan dialog dengan pasangan. Kita perlu meluangkan waktu untuk duduk berdua dan membahas mengenai anak-anak di tahun yang masih berjalan serta merencanakan berbagai strategi pengasuhan untuk tahun berikutnya.

Mengapa Refleksi Pengasuhan Penting?

  1. Melakukan refleksi dapat kembali mengingatkan kedua orang tua mengenai visi misi dan nilai-nilai yang ingin diterapkan pada anak. Memastikan bahwa keduanya punya satu tujuan, melihat anak-anak menggunakan kacamata yang sama, sekaligus menjaga kekompakan antara ayah dan ibu.
  2. Waktunya mengevaluasi pola dan strategi pengasuhan yang selama ini dilakukan. Sahabat CC, tidak ada pola parenting yang sempurna, karena itu penting untuk mencari yang cocok bagi keluarga dan anak-anak kita. Bahkan antara kakak dan adikpun terkadang dibutuhkan pendekatan yang berbeda. Hal ini lumrah dalam parenting, bukan berarti pola parenting kita tidak konsisten, namun memang ada hal-hal yang harus bersifat fleksibel sesuai dengan karakteristik masing-masing anak.
  3. Dengan refleksi, orang tua menjadi lebih paham mengenai perkembangan dan pertumbuhan anak-anak. Tentu tidak cukup jika kita hanya memikirkan kebutuhan makan anak sehari-hari atau memastikan nilai-nilainya baik di sekolah. Orang tua harus mengetahui secara keseluruhan mengenai perkembangan kognitif, motorik, emosi, hingga sosial anak, sampai kepada masalah-masalah yang mereka hadapi dan bagaimana membantu anak agar berkembang optimal.
  4. Selalu memperbarui wawasan kita tentang pola-pola pengasuhan. Bisa saja kita membesarkan anak-anak persis sama dengan cara orang tua membesarkan kita, namun apakah cocok dengan zaman sekarang? Ada baiknya kita terbuka terhadap cara-cara baru dan mencoba menerapkannya di keluarga kita. Pola parenting dapat berubah dari waktu ke waktu karena sangat tergantung dengan karakteristik anak, perubahan lingkungan, hingga perkembangan zaman.

Persiapan Sebelum Melakukan Refleksi Pengasuhan

  1. Sediakan waktu khusus untuk membahas hal ini. Akan kurang efektif jika refleksi dilakukan secara terburu-buru atau ayah ibu tengah memikirkan urusan lain. Idealnya, saat anak-anak sudah tidur atau sedang punya aktivitas masing-masing.
  2. Tujuan refleksi adalah untuk mencari pola yang lebih baik dalam pengasuhan, bukan mencari-cari kesalahan antar pasangan. Artinya penting sebelum berdialog, kita menempatkan diri dan pasangan sebagai orang yang sedang sama-sama belajar dan punya keinginan yang sama untuk menjadi orang tua yang lebih baik.
  3. Persiapkan diri untuk menerima dan memberikan feedback (umpan balik) dengan pasangan. Gunakan cara yang baik dan komunikasi yang asertif agar kritik dan masukan kita dapat diterima dengan baik oleh pasangan. Yang lebih penting lagi, insight atau kesadaran sebaiknya datang dari diri masing-masing, bukan karena ditunjuk atau disampaikan oleh pasangan kita.

Apa Saja Yang Perlu Direfleksikan?

Sahabat CC, berikut ini beberapa panduan yang dapat dipakai saat kita berdiskusi dengan pasangan:

  1. Apakah kita perlu merumuskan ulang visi misi pengasuhan di awal pernikahan dulu?
  2. Apa saja masalah-masalah perkembangan pada anak di tahun ini? Apa yang sudah dapat diselesaikan dan apa yang masih harus dicari solusinya?
  3. Kita dan pasangan sama-sama berbagi mengenai pola/ strategi parenting yang dirasa sudah baik dan yang masih harus diperbaiki. Sebaiknya dimulai dari diri masing-masing, misalnya suami dulu baru istri. Sampaikan kelebihan dan kekurangan diri pribadi untuk mendapatkan feedback dari pasangan.
  4. Diskusikan pula apa yang ingin dilakukan di tahun depan untuk memperbaiki pola pengasuhan kepada anak-anak. Misalnya merencanakan ikut kelas-kelas parenting, bergabung dalam komunitas orang tua, membeli buku-buku tentang perkembangan anak, dan sebagainya.

Sahabat CC, semoga artikel ini membantu kita dalam berefleksi dan meninjau ulang peran serta proses perjalanan kita sebagai orang tua. Untuk tambahan informasi dan contoh-contoh, silakan tonton video talkshow kami ini. Selamat bertransformasi menjadi orang tua baru!

Image by Pexels from Pixabay

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

− 1 = 8