Merdeka!

Tahun ini Indonesia sudah berusia 72 tahun. Pernak pernik serba merah putih memenuhi setiap sudut. Tentu bukan lagi pekik ketakutan atau bunyi rentetan peluru yang terdengar, namun teriakan merdeka penuh kegembiraan dan gelak tawa serta sorak sorai dari tengah penonton yang tengah menyemangati jagoannya bertanding. Ya, 17-an atau Agustusan biasa kita menyebutnya, tak pernah sepi dari berbagai permainan yang dilombakan. Mulai dari tingkat RT, RW, sekolah, sampai kantor-kantor tak mau ketinggalan.

Di edisi spesial kemerdekaan ini, Children Cafe membuat daftar 5 perlombaan yang sangat populer saat 17-an. Tak hanya seru, jika ditilik lebih jauh, permainan-permainan ini ada manfaatnya juga untuk perkembangan anak. Apa saja?

  1. Lomba Balap Karung

Siapa yang tak suka menyaksikan lomba yang satu ini? Lomba balap yang menggunakan karung goni ini dapat dimainkan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Balap karung memerlukan kemampuan berlari dan melompat secara seimbang, sehingga pada umumnya diikuti oleh anak berusia lebih dari 3 tahun.

Jika ingin menirunya di rumah, tak perlu repot-repot mencari karung goni di pasar karena kita bisa menggunakan sarung bantal, sarung biasa, atau kain lain yang tidak licin. Kalau khawatir anak terpeleset, coba alasi lantai atau area balap dengan karpet atau mat anti slip, khususnya kalau anak kita masih berusia di bawah 3 tahun. Balap karung melatih kemampuan motorik kasar anak.

2. Balap Kelereng

Saat memainkan lomba ini, anak dituntut harus multi tasking. Ia harus mengatur kecepatan langkahnya, menjaga posisi sendok di mulut tidak bergeser, dan tentu memastikan kelerengnya tidak jatuh.

Jika ingin menirunya di rumah, pilih tantangan yang sesuai usia anak. Misalnya untuk anak usia 2 tahun, tentu sulit bila kita terapkan aturan yang persis sama. Ganti kelerengnya dengan benda yang lebih besar. Selain lebih mudah, juga mencegah anak memasukkannya ke mulut. Kemudian sendoknya tidak perlu digigit menggunakan mulut, tapi bisa dibawa dengan tangan. Lakukan penyesuaian lain yang diperlukan untuk usia lainnya agar permainan ini tetap mendapat manfaat kemampuan multi tasking tadi. Untuk remaja bisa ditambahkan tingkat kesulitannya, misalnya dengan menutup mata. Sepertinya seru juga ya!

3. Tarik Tambang

Pada lomba ini anak bekerja dalam tim, secara langsung mereka belajar tentang kerjasama (teamwork). Selain itu anak-anak juga belajar untuk menentukan strategi kemenangannya, apakah dari memilih anggota tim yang kuat dan berbadan besar, menentukan posisi saat menarik tambangnya, dan sebagainya.

Jika ingin menirunya di rumah, bisa saja kita ikut berpartisipasi kalau jumlah anak-anak tidak banyak. Yang perlu diperhatikan adalah faktor keamanan. Perhatikan jenis tambang yang digunakan, jika sulit mencarinya, kenapa tak menggunakan seprai atau selimut yang tidak mudah sobek? Lalu idealnya memang ada area agak luas dan tidak penuh barang lain untuk mencegah cedera saat anak jatuh atau terpental.

4. Makan Kerupuk

Berapa kaleng kerupuk ya yang dihabiskan saat perayaan 17 Agustus? Lomba satu ini bisa dikatakan paling populer karena biayanya murah, peralatannya sederhana, dan hampir semua orang antusias menyambutnya.

Jika kita ingin menirunya di rumah, kerupuknya bisa diganti dengan makanan kesukaan anak. Namun, pastikan anak tidak tersedak karena makan terburu-buru, apalagi mengingat anak harus menengadah ketika makan. Jadi hindari lomba ini bila anak kita belum dapat mengunyah makanannya dengan sempurna.

5. Lomba Tangkap Belut

Dengan mengikuti lomba ini, anak belajar untuk mengalahkan rasa takut atau jijiknya. Ia juga harus memiliki strategi bagaimana menangkap dan membawa belut yang licin, belum lagi jika belutnya jatuh di tengah perjalanan.

Jika ingin menirunya di rumah, mungkin akan repot ya. Merupakan tantangan tersendiri apalagi bila orang tua juga mudah jijik atau geli. Namun, mengajarkan kepada anak tentang tekstur licin dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya mengajak anak membantu membersihkan ayam, daging, atau ikan mentah yang baru dibeli di pasar. Yang penting kita menunjukkan bahwa setelah menyentuhnya, kita tak boleh lupa untuk cuci tangan dengan bersih.

 

Sahabat CC, itulah 5 perlombaan yang kerap dimainkan saat peringatan kemerdekaan kita. Masih banyak lomba lain yang tak kalah serunya. Yuk, dorong anak untuk berpartisipasi sesuai minat dan kemampuannya, karena semua lomba tersebut melatih anak untuk lebih percaya diri, berani berkompetisi dan meningkatkan keinginan berprestasi, siap untuk menang atau kalah (sportivitas), serta melatih anak untuk selalu jujur dan taat pada aturan.

Selamat Hari Kemerdekaan RI yang ke-72.

Mari anak Indonesia, tumbuhlah besar, bahagia, dan penuh cinta pada bangsa dan negara!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here