“Wah, anaknya hebat ya. Kecil-kecil sudah mandiri” puji seorang ibu pada anak temannya yang masih balita yang terlihat sedang memasang sepatunya sendiri.

Sebenarnya seperti apa yang disebut dengan anak yang mandiri?

Anak yang mandiri maksudnya adalah anak yang memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Poin pentingnya adalah usaha yang telah dilakukan oleh anak tanpa mendapatkan bantuan hingga tujuannya tercapai, terlepas dari bagaimana cara anak mengerjakannya. Sebagai contoh, ketika anak menyuap makanan sendiri mungkin saja akan banyak makanan berjatuhan atau butuh waktu yang sangat lama hingga makanan tersebut habis. Dari contoh ini dapat dikatakan bahwa anak ini sudah mandiri ketika makan karena ia dapat menyuap makanan sendiri tanpa dibantu oleh siapapun, hanya saja cara pengerjaannya mungkin belum sesuai dengan harapan.

Anak-anak dapat dibiasakan untuk mandiri dengan mengerjakan aktivitas rutin setiap hari. Sejak kecil sekali di usia prasekolah mereka dibiasakan untuk mengerjakan sendiri aktivitas bantu diri yang sederhana seperti mencuci tangan, menggosok gigi, mengenakan, dan melepas pakaian. Yang perlu dilakukan orang tua agar anak mandiri hanyalah mengajarkan anak cara melakukan suatu aktivitas. Ada beberapa tips sederhana namun efektif untuk mengajarkan kemandirian pada anak usia pra sekolah, yaitu:

  • Dapatkan perhatian anak dengan cara duduk di hadapannya hingga mata anda sejajar dengan mata anak. Usahakan membuat kontak mata, menyentuh anak dengan lembut, atau bersama-sama melihat objek yang sama.
  • Membagi setiap kegiatan menjadi langkah-langkah sederhana yang disampaikan dengan jelas.
  • Memperlihatkan kepada anak bagaimana melakukan setiap langkah dengan benar. Dapat juga dibantu dengan menyediakan gambar-gambar atau foto-foto dari setiap langkah suatu kegiatan.
  • Kesediaan anak melakukan suatu tugas/ kegiatan dapat distimulasi dengan menawarkan suatu pilihan. Misalnya meminta anak untuk memasang sepatunya sendiri dengan menawarkan sepatu berwarna merah atau biru.
  • Di saat anak pertama kali belajar bagaimana melakukan suatu rutinitas, sangat penting bagi orang tua memberikan dorongan. Tunjukkan kepada anak bahwa kita memahami kesulitannya dan kemudian membantu anak sehingga ia merasa berhasil. Misalnya dengan mengatakan “Mama tahu memasang sepatu itu susah. Sini mama bantu” (Disini usaha anak tetap harus berjalan, orang tua hanya memberikan sedikit bantuan misalnya dengan memegang bagian belakang sepatu)
  • Berikan pujian setiap kali anak berhasil menyelesaikan suatu tugas.

Pada dasarnya anak-anak ingin sekali terlihat mandiri dan mereka bangga ketika mampu melakukan sesuatu tanpa dibantu.

Namun kita seringkali tergoda melakukan sesuatu yang bisa dilakukan sendiri oleh mereka. Kadang-kadang kekhawatiran orang tua membuat kita melindungi anak secara berlebihan. Selain itu biasanya juga orang tua mengambil alih melakukan sesuatu yang dapat dilakukan sendiri oleh anak supaya bisa diselesaikan dengan lebih cepat dan lebih baik. Walaupun anak melakukannya dengan caranya sendiri dan membutuhkan waktu yang lebih lama, namun kita perlu membiarkan mereka berusaha dengan caranya sendiri.

Anak-anak memerlukan banyak latihan dan dorongan sebelum benar-benar mampu melakukan tugasnya secara mandiri. Saat ini memang anak-anak masih kecil sehingga mereka belum dapat melakukan sesuatu persis seperti yang dilakukan oleh orang tuanya. Namun begitu suatu hari nanti anak-anak ini akan menjadi orang dewasa. Karenanya sejak kecil sangat penting bagi anak mendapat kesempatan untuk melakukan apa yang yang bisa mereka lakukan sendiri. Mereka membutuhkan dorongan dari orang dewasa bahwa mereka mampu serta dipercaya untuk melakukannya. Hal ini akan membantu anak untuk merasa yakin terhadap kemampuannya sendiri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

21 − = 12