Mendengarkan cerita adalah aktivitas yang disukai banyak orang tidak terkecuali anak-anak. Cerita yang didengarkan oleh anak-anak seringkali mempengaruhi kehidupan mereka. Oleh karena itu cerita dapat menjadi sarana untuk mendidik dan menanamkan berbagai nilai dan etika kepada anak. Bahkan ada pakar yang mengatakan bahwa cerita juga dapat digunakan sebagai alat untuk mendidik anak agar menampilkan perilaku tertentu, mengelola kemarahan dan mengembangkan keterampilan sosial.

Melalui kegiatan mendengarkan cerita, baik disadari atau tidak anak belajar mengenali karakter atau kejadian.

Mereka kemudian menemukan kesamaan antara isi cerita dengan situasi yang mereka alami. Kemudian hampir dapat dipastikan bahwa mereka merefleksikan diri mereka sendiri dalam cerita tersebut, seperti yang disampaikan oleh David dan Kathryn Geldard dalam buku mereka. Akhirnya, imajinasi akan mendorong mereka mendapatkan pemahaman. Mereka meniru banyak karakteristik yang diciptakan dalam cerita. Tanpa disadari, mereka mendapatkan ide dan pemahaman, menemukan berbagai hubungan dan contoh untuk mereka tiru.

Dikarenakan mendengarkan cerita disukai oleh semua kalangan, maka tidak ada batasan usia mengenai kapan sebaiknya anak dapat mulai dibacakan cerita dan kapan harus dihentikan. Walaupun begitu cerita yang akan diberikan kepada anak tetap harus dipilih dan disesuaikan agar cerita tersebut efektif dan bermanfaat. Salah satu yang menjadi pertimbangan dalam memilih cerita adalah mengenai kesesuaian cerita dengan usia anak yang akan mendengarkan.

  • Pada bayi cerita dapat diberikan ketika waktu tidurnya sudah berkurang. Saat bayi mereka sangat tergantung kepada orang dewasa. Mereka akan senang bila ada yang menemani dan mengajaknya berbicara. Terkadang mereka memain-mainkan ludahnya atau mengoceh ketika diajak berbicara. Banyak aktivitas psikologis yang di mulai pada saat ini, salah satunya berbicara. Karena itu tepat bagi orang tua untuk membacakan cerita terutama ketika kehabisan bahan untuk mengajak si kecil berbicara.
    Membacakan cerita pada bayi ini juga dimaksudkan untuk membangun kedekatan emosi antara orang tua dan anak. Selain itu juga memberikan stimulus pendengaran bagi anak dimana kata-kata yang mereka dengar akan di rekam di dalam otak. Rekaman yang sudah tersimpan di otak tersebut sewaktu-waktu dapat mereka panggil kembali dan mereka gunakan di saat mereka sudah siap untuk berbicara.
  • Untuk batita, cerita dapat membantu mereka mengenal berbagai kosa kata. Cerita yang dipilih untuk anak di usia ini adalah cerita-cerita yang sederhana berkaitan dengan apa yang biasa mereka temui sehari-hari. Penggunaan media seperti buku yang dipenuhi gambar berwarna dapat digunakan untuk membantu anak memahami apa yang sedang diceritakan.
  • Ketika anak semakin besar maka cerita yang diberikan juga semakin berkembang. Di usia pra sekolah melalui cerita kepada anak dapat dikenalkan mengenai konsep-konsep yang nantinya diperlukan sebagai bekal untuk mereka memasuki sekolah. Misalnya cerita yang memperkenalkan angka-angka, huruf-huruf, dan kemandirian.
  • Usia sekolah dasar ditandai dengan berkembangnya kemampuan anak untuk membaca, berhadapan dengan dunia yang lebih luas dan meningkatnya kemampuan kontrol diri. Mereka dapat diajak untuk membaca cerita bersama agar kemampuan mereka dalam membaca juga semakin baik. Untuk mereka dapat dipilihkan cerita yang mengandung teladan dan pesan moral yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi:
Geldard, Kathryn & Geldard, David. 2005. Counselling Children (A Practical Introduction. 2nd edition). London: Sage Publicaton.
Santrock, John W. 2002. Life Span Development (edisi kelima). Jakarta: Erlangga.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

43 + = 51