Bagi anak, mulai bersekolah atau masuk ke sekolah yang baru bagaikan membuka jendela yang selama ini tertutup. Di depan mereka terbentang pemandangan baru dan kesempatan bereksplorasi yang lebih luas. Memilih sekolah tentu bukan tugas utama anak, melainkan PR bagi sebagian orang tua seperti di pertengahan tahun ini. Mengapa memilih sekolah perlu pertimbangan khusus? Mari kita simak dulu sejarah singkat sekolah.

Kita mengenal proses belajar, guru, dan murid sejak zaman para filsuf Yunani menyebarkan ilmunya secara turun temurun. Sekolah atau pendidikan di masa itu lebih banyak untuk orang dewasa dan mencakup bidang-bidang tertentu saja. Penemuan mesin cetak Gutenberg di pertengahan Abad XV membuat pendidikan semakin meluas karena buku makin mudah tersedia. Di abad XVII hingga XIX tercatat beberapa nama tokoh yang berpengaruh dalam pendidikan Barat seperti Comenius atau Jan Komensky, John Locke, Thomas Jefferson, Johann Heinrich Pestalozzi, Jean Jacques Rousseau di Perancis, dan lainnya. Beberapa tokoh ini ada yang mulai menyoroti pendidikan bagi anak-anak.

Yang menarik untuk disebutkan secara khusus adalah peran Fiedrich Froebel yang pertama kali membuka kindergarten (Taman Kanak-kanak) di Blankenburg, Jerman, dengan kurikulum berisi pelajaran menyanyi, bercerita, serta bermain di tahun 1837. Konsep kinderganten Froebel ini kemudian dibawa ke Amerika oleh Margarethe Meyer Schurz dengan membuka taman kanak-kanak berbahasa Jerman di Watertown, Wisconsin, tahun 1855 dan terus dilanjutkan hingga menjadi bagian dari kurikulum nasional dan akhirnya meluas ke seluruh dunia.

Pada awal abad XX, Ellen Key, seorang feminis, penulis, dan ahli pendidikan Swedia, ikut mempengaruhi sejarah pendidikan dunia. Bukunya The Century of the Child (1909) menawarkan pendekatan pendidikan yang menekankan kebutuhan dan potensi anak ketimbang kebutuhan masyarakat atau prinsip-prinsip agama. Ia antara lain diikuti oleh ahli pendidikan Jerman Herman Liets dan Georg Michael Kerschensteiner, ahli pendidikan dan filosof Inggis Bertrand Russel, dan Maria Montessori dari Italia.

Sumber: froebelgifts.com

Mengapa Memilih Sekolah Untuk Anak Butuh Pertimbangan Khusus?

  • Fungsi sekolah adalah bukan untuk menggantikan peran orang tua dan lingkungan rumah, melainkan untuk melengkapi stimulasi yang diperlukan anak selain di rumah. Maka penting untuk melihat apa yang dapat diberikan di rumah dan mana yang diperlukan di sekolah.
  • Bagi anak, sekolah baru adalah lingkungan baru dimana ia perlu beradaptasi. Memilih sekolah yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak dapat mempengaruhi penyesuaian dirinya.
  • Sekolah adalah rumah kedua. Anak menghabiskan waktu cukup panjang di sekolah  dan butuh lingkungan yang selaras dengan rumah.
  • Sekolah adalah tempat anak berinteraksi dengan orang lain di luar keluarga intinya dan mengembangkan keterampilan sosialnya. Seperti apa lingkungan yang nantinya membentuk anak tentu perlu menjadi pertimbangan orang tua

Apa saja faktor yang perlu diperhatikan saat memilih sekolah?

  1. Kenali dulu anak kita. Mengenali anak berarti mengetahui: 1) Minatnya. 2) Gaya belajarnya. 3) Perkembangan dan kemampuan sesuai usianya. 4) Kesiapan sekolahnya.
  2. Komunikasikan dengan pasangan mengenai nilai-nilai yang dianggap penting. Misalnya apakah menurut Anda agama perlu ditekankan di sekolah atau cukup di rumah. Lain lagi jika menurut Anda dan pasangan yang penting adalah menstimulasi perkembangan motoriknya, bisa saja Anda memilih sekolah yang lebih banyak kegiatan luar ruangannya. Kita dapat pula mempertimbangkan faktor kurikulum, metode pengajaran, kapabilitas guru, jarak dari rumah, biaya sekolah, fasilitas yang didapatkan, dan sebagainya.
  3. Cari beberapa alternatif sekolah dan kumpulkan informasi yang akurat. Bisa melalui internet, melalui tetangga, saudara, dan teman-teman. Lebih baik lagi jika kita punya “orang dalam” yang dapat memberikan informasi selengkap-lengkapnya tentang sekolah tersebut.
  4. Try out. Langsung datang berdua dengan anak dan minta untuk try out di hari biasa, bukan saat sekolah ada event atau acara khusus. Kita dan anak dapat merasakan secara langsung rutinitas harian yang ada di sekolah tersebut. Saat try out, dampingi anak dan amati reaksi dan perilakunya di kelas. Apakah ia merasa takut atau nyaman, apakah ia merasa tertarik atau masih malu-malu, dan sebagainya. Amati juga bagaimana cara mengajar guru, apakah guru sabar dan memberi perhatian yang sama pada setiap anak atau sebaliknya. Kita juga dapat mengamati teman-teman yang ada di kelas, suasana pengajaran, dsb.
  5. Pertimbangkan ukuran kelas atau rasio jumlah guru dan murid. Semakin muda usia anak, jumlah guru idealnya semakin banyak. Misalnya untuk kelas batita, 1 guru untuk 6 anak cukup ideal, sementara untuk kelas prasekolah (usia 3-5 tahun) seorang guru dapat menangani hingga 10 orang anak.
  6. Pada saat try out, ada baiknya kita juga minta diperlihatkan ruangan-ruangan lain. Misalnya kelas lain, kamar mandi, ruang guru, bahkan dapur. Ini tak berlebihan karena selama berada di sekolah bisa saja anak kita mengunjungi ruangan-ruangan tersebut. Jika sekolah menyediakan makanan untuk anak, tak ada salahnya kita mengunjungi dapurnya untuk melihat kebersihannya misalnya. Sekolah yang berkualitas tentu dengan senang hati mengizinkannya.
  7. Perhatikan pula sistem keamanan sekolah. Misalnya adakah penjaga sekolahnya, sistem penjemputan, siapa yang boleh keluar masuk sekolah, buka tutup gerbang, jenis mainannya di kelas berbahaya atau tidak, bagaimana antisipasi bencananya, dan sebagainya.
  8. Pertimbangkan cara guru atau petugas sekolah berkomunikasi. Apakah terbuka, apakah mudah dihubungi, apakah ada laporan setiap hari, dan sebagainya.
  9. Tidak ada sekolah yang persis sama dan tidak ada pula yang 100% ideal. Karena itu pertimbangkan apakah kekurangan sekolah dapat kita gantikan/ lengkapi di rumah atau melalui cara lain.

Tentu tak mudah menetapkan sekolah yang tepat. Disukai anak, sesuai dengan harapan kita, dan tidak ada masalah apapun ke depannya. Namun beberapa faktor di atas bisa dijadikan pertimbangan agar sekolah benar-benar dapat membantu anak kita tumbuh dan berkembang optimal. Selamat memilih!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

31 − 24 =