Kasus-kasus mengenai kejahatan orang dewasa terhadap anak telah menjadi suguhan rutin yang menghiasi media massa kita. Siapa yang tak prihatin dan khawatir melihat begitu rentannya anak menjadi korban berbagai tindak kejahatan yang dapat terjadi dimana saja? Yang marak baru-baru ini adalah beredarnya permen yang diduga telah dicampur dengan narkoba. Permen berbentuk lolipop tersebut berwarna-warni dengan kemasan yang sangat menarik bagi anak-anak.

Kenapa anak dapat menjadi konsumen dari beredarnya permen tersebut? Kondisi ini dapat diawali oleh ketidaktahuan anak akan berbagai situasi yang mereka hadapi sehari-hari. Bisa pula dikatakan, anak-anak memiliki kemampuan antisipasi yang belum setajam orang dewasa. Mereka masih melihat sebuah situasi hanya dari satu sisi saja, misalnya bagi mereka permen lolipop rasanya enak dan mereka tidak berpikir bahwa kandungan yang ada di dalamnya bisa membahayakan. Nah, karena itulah orang dewasa yang ada di sekitar anak berperan penting untuk mengarahkan dan membekali anak dengan wawasan yang mereka butuhkan.

Mengonsumsi narkoba dapat berefek pada aspek fisik, psikis, emosi, dan sosial anak. Akibat langsung yang dirasakan anak antara lain mengakibatkan kecanduan, mengganggu kerja sistem saraf pusat, sulit mengingat, dan pada akhirnya mengganggu proses belajar dan akademik. Keharmonisan keluarga juga dapat terganggu akibat perilaku kecanduan dan efek kesehatan yang ditimbulkan. Lebih jauh lagi, narkoba merupakan ancaman bagi masa depan bangsa dapat menjadi pemicu awal sikap antisosial dan anak bisa terjerat tindak kriminal.

Bagaimana Peran Orang Tua?

Sulit mengenali permen yang dicurigai mengandung narkoba karena mirip dengan produk-produk permen yang beredar resmi di pasaran. Langkah awal untuk mendeteksi anak yang terpapar narkoba adalah dengan melihat perubahan pada perilaku anak, misalnya anak yang tadinya periang jadi pendiam atau sebaliknya yang tadinya pendiam jadi aktif, permintaan uang jajan bertambah, muncul tanda-tanda ketagihan pada jenis permen tertentu, dan yang perlu diwaspadai kalau sampai anak mencuri uang untuk jajan.

Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua:

  • Kenali sifat dan kebiasaan anak sehingga orang tua dapat segera mengetahui jika ada perubahan perilaku pada anak.
  • Sertakan contoh konkrit saat menjelaskan pada anak-anak dibawah usia 6 tahun, misalnya tunjukkan dengan jelas permen yang harus mereka hindari. Kita dapat mengatakan, “Permen ini bisa bikin sakit, seperti kamu waktu badannya panas dan harus ke dokter..”
  • Anak-anak yang sudah lebih besar dapat diberi penjelasan tentang bahaya permen narkoba. Ingatkan mereka untuk berhati-hati saat jajan dan hindari membeli permen yang tidak pernah ada iklannya di televisi misalnya.
  • Lebih baik lagi jika orang tua bisa menyiapkan bekal untuk anak sehingga mereka tidak perlu jajan. Dapat pula dibuat aturan bahwa anak hanya boleh jajan jika didampingi orang tua.
  • Bekerjasamalah dengan pihak sekolah untuk memantau kawasan jajanan di sekitar sekolah anak.
  • Begitu orang tua mencurigai anaknya terkena dampak permen narkoba, segera hentikan konsumsi permen tersebut dan bawa anak ke dokter, laporkan kepada pihak sekolah dan kepolisian.
  • Jika anak sudah menunjukkan tanda-tanda kecanduan atau ada masalah perilaku lain yang muncul (misalnya mencuri), dokter dapat merujuk ke pusat rehabilitasi, psikolog, atau psikiater anak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

52 − = 46