Sudah bagi raport kemarin? Yeaay.. libur telah tiba! Liburan selalu jadi saat yang ditunggu-tunggu oleh anak. Bisa rehat dari kegiatan belajar di sekolah, bisa bebas bermain, bisa bangun siang, bisa jalan-jalan. Rasanya semua anak pasti senang ya saat liburan.

Liburan memang dibutuhkan untuk perkembangan otak anak. Dalam sebuah artikel berjudul “The science behind how holidays make your child happier and smarter,” Dr. Margot Sunderland seorang psikoterapis menjelaskan bahwa bermain dan menjelajah lingkungan baru akan mengaktifkan hormon opiois, oxytocin, dan dopamine. Artinya, stres anak berkurang, ia juga akan merasa bersemangat dan lebih bahagia. (sumber)

Kamila Ghidouche ait-yahia dan Faouzi Ghidouche dari Algeria meminta 14 orang anak berusia 6-12 tahun menggambarkan seperti apa liburan yang ideal. Hasil dari penelitian ini ada 3, yaitu 1) Liburan diasosiasikan dengan games, istirahat, laut, dan beragam kegiatan rekreasi di musim panas. 2) Berbelanja saat liburan (belanja baju, perhiasan, sepatu) jadi favorit untuk anak perempuan, sementara anak laki-laki lebih memilih video games. 3) Banyak simbol destinasi wisata yang muncul di gambar yang mereka buat, seperti Menara Eiffel, Big Ben, hingga Disneyland. (sumber)

Liburan di Masa Pandemi

Jelas bahwa bagi anak-anak, liburan berkaitan erat dengan jalan-jalan dan kegiatan outdoor. Mungkin keluarga kita sudah merencanakan liburan akhir tahun ini, namun terpaksa ditunda karena pandemi. Apa itu artinya anak-anak tidak bisa mendapatkan manfaat liburan? Jangan khawatir karena ada banyak aktivitas yang bisa menjaga otak anak tetap aktif selama liburan. Inilah beberapa di antaranya:

  • Olahraga dan Latihan Fisik. Kita tentu tahu ada hubungan yang erat antara olah raga dengan perkembangan otak. Tetap jadwalkan olah raga rutin untuk anak meskipun sedang liburan. Pilih kegiatan yang simpel dan mudah dilakukan di dalam ruangan, misalnya senam, yoga untuk anak, atau skipping. Bahkan menaripun bisa jadi pilihan bagus agar anak tetap aktif bergerak.
  • Batasi screen time. Liburan bukan berarti anak bebas nonton TV atau main online games di gadget. Boleh sih menambah waktu bermain mereka sebagai reward karena sudah lulus ujian, namun pastikan tidak lebih dari 2 jam per hari ya. (sumber) Banyak kok aktivitas lain yang bisa dilakukan setelah jatah bermain gadgetnya habis.
  • Tetap Jaga Hubungan Sosial. Tidak bisa bertemu langsung dengan teman-teman sebayanya memang menyebalkan bagi sebagian anak. Karena itu manfaatkan teknologi untuk tetap terhubung. Telepon dan video call akan membantu anak berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman-teman yang sudah lama tidak mereka temui. Memang kekurangannya adalah tidak banyak aktivitas yang dapat dilakukan saat video call, namun paling tidak anak-anak bisa saling bercerita atau bertukar kabar dengan teman-temannya.
  • Keluarkan koleksi board game yang kita miliki. Ular tangga, monopoli, atau halma adalah contoh board game yang seru untuk dimainkan beramai-ramai. Selain mengisi waktu, keterampilan sosial anak juga dilatih melalui aturan-aturan yang ada dalam permainan tersebut.
  • Manfaatkan hobi anak untuk menstimulasi kemampuan berpikirnya. Jika anak hobi membaca, fasilitasi dengan buku-buku yang membuatnya berpikir. Pilihan buku aktivitas juga sangat beragam, misalnya buku stiker, buku tentang otomotif sekaligus ada panduan membuat mobil-mobilan, dan sebagainya. Lain lagi jika anak punya hobi menggambar. Minta ia menyebutkan apa yang ingin ia gambar untuk melatih kemampuan membuat rencana. Atau minta anak menceritakan gambarnya setelah selesai untuk memperkaya kosakatanya.

Sahabat CC, itulah beberapa cara memaksimalkan liburan di masa pandemi agar anak tidak berhenti belajar namun tetap happy. Selamat berlibur!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

+ 44 = 46