Hai, Sahabat CC! Tidak terasa ya sudah akhir bulan Mei, sebentar lagi masuk tahun ajaran baru. Adakah yang bertanya-tanya, anakku sudah siap masuk sekolah belum ya? Kesiapan sekolah itu gimana sih? Kriterianya siap sekolah itu seperti apa ya? Tenang Sahabat, artikel ini akan membahas tentang kesiapan sekolah pada anak. Silakan dibaca sampai akhir ya.

Kesiapan sekolah adalah kemampuan anak untuk memenuhi tuntutan sekolah, seperti dapat duduk tenang, mendengarkan instruksi guru, mengikuti aturan sekolah, dan mengikuti konten kurikulum dalam sistem sekolah formal. Tentunya kurikulum dan aturan di sekolah dasar dan taman kanak-kanak berbeda ya sahabat CC. Kesiapan sekolah ini merupakan hal penting lho, karena ternyata dapat memprediksi keberhasilan anak untuk bersekolah hingga masa SMA. Anak yang sudah siap sekolah dapat mengembangkan kemampuan menghargai orang lain dan mengembangkan kepercayaan dirinya untuk menghadapi tantangan pembelajaran. Sedangkan, anak yang belum siap sekolah cenderung kurang dapat mengikuti aturan perilaku di kelas, kurang dapat bekerja sama dengan teman dan guru, serta kurang mampu menyampaikan perasaan dan keinginannya secara verbal yang dapat diterima oleh lingkungan sosial.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesiapan Sekolah

Sahabat CC, di hari pertama masuk sekolah pasti ada anak yang menangis tidak mau ditinggal ibunya, sebaliknya ada juga yang terlihat bersemangat berkenalan dengan teman-teman barunya. Nah, perbedaan itu terjadi karena kesiapan sekolah ternyata dipengaruhi oleh faktor bawaan dan temperamen anak. Selain itu, tingkat kematangan psikologis anak juga berperan penting lho, seperti kemampuan anak mengikuti instruksi, menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dengan orang lain, dan kematangan sistem syaraf otak untuk dapat mengikuti tugas-tugas kognitif sesuai dengan kelompok usianya. Selain itu, pengalaman awal anak sejak lahir hingga usia prasekolah juga mempengaruhi kesiapan sekolah anak, seperti pengalaman anak untuk mengeksplorasi lingkungan, kelekatan dengan orang tua/pengasuh utama, pengalaman belajar meregulasi emosi, dan lain sebagainya.

Ciri-Ciri Kesiapan Sekolah

Terdapat beberapa ciri-ciri dari kesiapan sekolah pada anak, seperti:

  1. Kesehatan fisik dan perkembangan motorik yang sesuai dengan usianya, termasuk tidak ada gangguan fisik, dapat berkonsentrasi pada aktivitas sekolah, dan memiliki imun tubuh baik untuk menolak penyakit. Selain itu, penting juga ternyata bagi anak untuk melakukan koordinasi fisik, seperti mengendalikan pensil dan membalik halaman buku tanpa sobek.
  2. Kesehatan emosional dan pendekatan positif untuk pengalaman baru, seperti mampu menunda kesenangan, mengerjakan tugas hingga tuntas, dan mengatasi kegagalan tanpa emosi yang meledak-ledak.
  3. Pengetahuan dan kompetensi sosial yang sesuai dengan usianya, seperti mampu mengendalikan emosi, bekerja sama dengan orang lain, mengikuti aturan, menyampaikan perasaannya dan keinginannya, serta berteman dengan teman sebaya.
  4. Keterampilan bahasa yang sesuai dengan usianya, seperti memahami komunikasi verbal serta menyampaikan keinginan, perasaan, dan pengalamannya dengan cara yang dapat dipahami orang lain.
  5. Pengetahuan umum dan keterampilan kognitif yang sesuai dengan usianya, seperti keterampilan bahasa untuk belajar membaca dan menulis, keterampilan menghitung untuk bekal mempelajari matematika, dan memahami cerita secara utuh.

Peran Orang Tua Untuk Mempersiapkan Anak Sekolah

Sahabat CC, apakah anak kita sudah memenuhi ciri/ kriteria siap sekolah di atas? Jangan khawatir, kita bisa kok mendukung kesiapan sekolah anak dengan beberapa cara berikut ini:

  1. Memastikan anak memiliki kesehatan fisik dan perkembangan motorik yang sesuai dengan usianya, misalnya dengan: memenuhi kebutuhan nutrisinya, melindungi dari kecelakaan atau pengalaman diabaikan, pelecehan, atau kekerasan, melindungi dari penyakit dengan melakukan imunisasi, memberikan kesempatan untuk melatih motorik kasar seperti berlari, melompat, dan memanjat, serta motorik halus seperti kegiatan memanipulasi objek-objek kenyal.
  2. Kesehatan emosional dan pendekatan positif untuk pengalaman baru, seperti: membangun perasaan aman antara anak dan pengasuh utama (biasanya ibu), seperti memberikan, afeksi, penguatan, dan respons yang sesuai dengan kebutuhan anak; dan mengajarkan anak untuk meregulasi emosinya.
  3. Pengetahuan dan kompetensi sosial yang sesuai dengan usianya, dengan cara berikut: membangun hubungan positif dengan anak, seperti memiliki hubungan suportif dan hangat dengan anak, memberikan kesempatan bagi anak untuk membangun hubungan positif dengan teman sebaya, seperti belajar mengikuti aturan, bermain bersama teman, dan mendampingi atau memberikan instruksi langsung, seperti memberikan contoh bermain bergantian, belajar berbagi dengan anak lain, dan belajar keterampilan sosial verbal seperti menyapa orang lain dengan sopan.
  4. Keterampilan bahasa yang sesuai dengan usianya, yaitu: menguatkan anak ketika berbicara dan memberitahu pelafalan yang benar, mencontohkan cara berbicara yang tepat sesuai tata bahasa, dibacakan buku cerita, dan menjelaskan objek yang dilihat anak, dan melatih anak untuk menggunakan bahasa, seperti dikuatkan dan diberikan kesempatan untuk menjelaskan pengalaman, mencari informasi, dan bercerita mengenai perasaan dan pendapatnya
  5. Pengetahuan umum dan keterampilan kognitif yang sesuai dengan usianya, dengan cara berikut: memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungannya secara aman, bermain pura-pura yang membantu kemampuan imajinatif untuk menguatkan pemikiran konkret, dan memberikan kesempatan bagi anak untuk berkomunikasi dengan orang dewasa, anak dapat belajar dari orang tua bagaimana cara menggunakan kata-kata untuk menjelaskan situasi, menunjukkan hubungan  antara peristiwa berbeda, dan memberikan perhatian pada hal yang sama dan berbeda.

Ternyata kesiapan sekolah tidak hanya kemampuan untuk membaca, menulis, dan menghitung ya Sahabat CC. Terdapat banyak sekali komponen-komponen kesiapan sekolah yang tentunya dapat membantu anak berhasil dalam dunia akademik dan sosialnya di sekolah. Dari penjelasan di atas, apakah anak sahabat CC sudah siap untuk masuk sekolah? Kalau belum, tenang saja masih ada waktu untuk menstimulasi kesiapan anak sekolah di rumah berdasarkan tips-tips di atas. Selamat menstimulasi kesiapan sekolah anak di rumah ya. Jangan lupa cek juga artikel kami yang berjudul “Pilah dan Pilih Sekolah Untuk Anak” untuk membantu sahabat CC mempertimbangkan sekolah yang sesuai bagi anak.

Sumber bacaan: Doherty, Gillian. (1997). Zero to Six: The Basis for School Readiness. Canada: HRDC Publication Centre.

Foto oleh Max Fischer dari Pexels

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

− 6 = 2