Kemampuan menulis merupakan salah satu kemampuan yang penting untuk dikuasai anak, khususnya ketika masa sekolahnya. Kegiatan ini mengambil lebih dari setengah waktu belajar anak di sekolah dan meningkat seiring bertambahnya usia anak. Kemampuan tersebut mencakup minat terhadap kegiatan menulis termasuk teknis menulisnya seperti membuat bentuk dengan tepat sampai merangkai kalimat. Kalimat-kalimat yang dihasilkan, merupakan eskpresi dari pikiran sang anak.

Tidak jarang, kita menemui anak yang merasa kesulitan untuk mengerjakan pe-er nya karena tidak suka menulis. Biasanya keluhannya adalah capek, malas, malu karena tulisannya jelek atau juga karena anak tidak tahu harus menulis apa. Gejala ini muncul sebagai akibat dari kebiasaan anak menghabiskan waktu dengan kegiatan yang minim gerakan seperti menonton TV atau bermain gadget. Padahal selain berkaitan dengan kelenturan jari jemari, kemampuan menulis juga berkaitan dengan motivasi, kemampuan berekspresi, kemampuan berbahasa, dan kemampuan menerjemahkan bentuk yang dilihat dan dituangkan kedalam tulisan.

Kegiatan menulis adalah kegiatan yang tidak bisa dihindari dalam perkembangan anak. Anak akan sekolah dan menuntut mereka harus punya kemampuan menulis. Terlebih dalam sistem pendidikan kita, anak SD kelas 1 sudah diperkenalkan dengan tulisan. Sehingga dari awal, anak sebaiknya mulai diperkenalkan dan dibiasakan dengan dunia tulis menulis ini.

Meskipun demikian, kita mesti paham bahwa kegiatan ini tidak boleh dianggap beban oleh anak. Mereka harus melakukan kegiatan dengan senang dan gembira. Karena dunia anak adalah dunia bermain, sehingga pelajaran menulis harus dikemas sebagai media bermain. Jika kita mampu mengemas kegiatan menulis ini dalam konsep permainan, maka kemampuan menulis ini dapat mulai diperkenalkan pada anak sejak usia bayi yaitu usia sekitar 1 (satu) tahun.

Keluarga mempunyai peran penting dalam mengajarkan kemampuan menulis pada anak. Keluarga dapat memulai dan melakukannya melalui 3 prinsip berikut :

  1. Membangun interaksi anak dan orang tua sebagai media belajar bahasa dan komunikasi verbal maupun tulis,
  2. Menyediakan lingkungan yang mendukung kesadaran anak akan tulisan dan menulis, dan
  3. Memberikan respon yang hangat dan mendukung usaha belajar anak.

 

Prinsip-prinsip tersebut diatas dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari pada anak seperti :

  • Orang tua dapat membangun kebiasaan membaca buku semenjak bayi setiap hari.
  • Berikan pengalaman yang menyenangkan bersama buku dan tulisan, misalnya dengan memberikan buku dengan gambar dan cerita yang sesuai usianya. Iringi dengan cara membaca cerita yang menarik.
  • Tunjukkan pada anak saat kita menulis dalam situasi kerja ataupun santai, misalnya untuk mengisi formulir atau menulis daftar belanjaan rumah.
  • Sediakan peralatan yang mendukung perkembangan menulis ditempat yang mudah diakses oleh anak. Misalnya kertas polos, krayon, puzzle huruf, puzzle bentuk, spidol, dan lainnya.
  • Bantu anak untuk menyadari pengalamannya dengan tulisan dan menulis. Misalnya dengan menunjukkan simbol produk cemilan atau peralatan mandi yang terpajang di lorong supermarket.
  • Bayi bisa mulai membuat coretan pertamanya di atas kertas pada usia sekitar 18 bulan sampai usia 24 bulan. Arahkan anak untuk memahami bahwa kertas adalah media untuk menulis.
  • Respon orang tua pada usaha awal menulis pada anak sangat penting. Cobalah menahan diri untuk tidak memegangi tangannya membuat bentuk-bentuk dan bebaskan eksplorasinya. Selain itu, tidak perlu baginya menjelaskan tanda yang digambarnya. Respon orang tua sebaiknya adalah menyemangati dengan berkata “Ibu suka gambarnya.” atau “Ayo bikin lagi!”
  • Gunakan brosur, poster, surat atau formulir bekas sebagai media belajar. Anak bisa membuat coretan di atasnya atau meniru tanda-tanda pada poster atau brosur tersebut
  • Lakukan kegiatan eksploratif yang melibatkan tangan, jari jemari dan mata. Misalnya melukis dengan jari, play doh, kuas. atau permainan menyusun balok dan bentuk-bentuk dasar.

Semoga anak-anak kita semakin senang dengan dunia tulis menulis.

Referensi :
– Jenkinson, Jill. 2008. Building blocks of learning, occupational therapy approaches : practical strategies for the inclusion of special needs in primary school. Wiley & Sons Ltd.
– Morrow, Lesley Mandel. 1993. Literacy development in the early years: helping children read and write. Allyn & Bacon. A Divison of Simon & Schuster,Inc.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42 − = 41