Sahabat CC, tahukah Anda jika 15 Mei diperingati sebagai International Day of Families? Khusus tahun 2021 ini, tema yang ditetapkan PBB adalah “Families and New Technology”. Relevan sekali ya dalam kehidupan kita sekarang. Keluarga mana sih yang tak menggunakan teknologi digital?

Dalam sebuah online webinar yang diselenggarakan oleh UNDESA, Susan K. Walker, profesor dari University of Minnesota dan seorang praktisi parenting education membahas mengenai pendidikan parenting dan teknologi digital.

Beliau menyoroti bahwa tantangan menjadi orang tua semakin berat karena begitu banyaknya pengaruh eksternal yang dirasakan oleh anak dan remaja, terutama yang didapatkan dari internet. Karena itu, membekali orang tua dengan pendidikan parenting adalah suatu keharusan.

Tujuan global dari pendidikan parenting bertujuan membekali orang tua untuk memastikan kesejahteraan anak dan keluarganya. Orang tua dilatih untuk meningkatkan kualitas pengasuhan, seperti interaksi, perilaku, pengetahuan, keyakinan, sikap, dan cara praktek. Selain itu mencakup pula strategi positif parenting, stimulasi psikososial, dan pencegahan tindakan maltreatment terhadap anak, misalnya kekerasan. sumber

Seperti dua sisi mata uang, teknologi memberi manfaat sekaligus masalah untuk keluarga. Manfaatnya, kini semakin mudah mencari informasi dan sumber ilmu parenting. Termasuk saat Anda mengakses website ini atau menemukan beragam video dan audio mengenai parenting. Kita termasuk beruntung ya punya akses internet yang cukup memadai, namun bagaimana dengan orang tua lain?

Lebih dari 70% rumah tangga di Indonesia mengakses internet dalam 3 bulan terakhir (Survey BPS, 2019) 
79,85 % keluarga di Indonesia telah memiliki telepon seluler (Survey BPS, 2019)

Keluarga yang kuat membutuhkan dasar yang kuat pula. Di era teknologi digital, keluarga yang tak memiliki akses internet bisa jadi tertinggal, sehingga akses internet sudah bisa dikatakan adalah kebutuhan dasar. Malah menurut Prof. Susan Walker, akses internet sudah menjadi hak dasar bagi setiap orang.

Mengapa Orang Tua Harus Belajar Parenting Online?

Sahabat, Prof. Walker bicara tentang pendidikan parenting secara global, mencakup pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang membuat kebijakan. Namun lingkungan terdekat anak yaitu keluarga adalah agen penting dalam memanfaatkan teknologi untuk kesejahteraan anak.

Sebagian besar kita yang lahir setelah tahun 80-an sepertinya tak mengalami hambatan berarti dalam mempelajari teknologi digital. Internet muncul saat kita tumbuh besar sehingga lebih mudah dalam beradaptasi dan mempelajarinya. Di atas juga ada data bahwa sebagian besar keluarga di Indonesia sudah dapat mengakses internet. Sayangnya, belum semua orang tua memanfaatkannya untuk kepentingan parenting atau optimalisasi perkembangan anak. Yuk, cek beberapa alasan mengapa kita perlu memanfaatkan teknologi digital ini untuk belajar parenting.

  • Di internet sudah banyak sumber informasi terpercaya yang mengupas tentang anak, remaja, dan parenting. Kita tak perlu membuka buku atau catatan untuk mencari cara terbaik mengatasi masalah yang tengah kita hadapi dalam pengasuhan. Dulu, orang tua kita mungkin tak punya cukup referensi, paling banyak sih dari pengalaman pribadi atau pola asuh turun-temurun dalam keluarga. Thanks to digital technology! Kini kita bisa mendapatkan ribuan tips dan ilmu baru tentang parenting. Namun pastikan sumbernya kredibel ya, Sahabat CC.
  • Saat kita memanfaatkan e-learning, mengikuti berbagai webinar, online workshop, sampai sekolah online, kita sekaligus mencontohkan kepada anak bahwa belajar itu tidak terbatas usia. Percayalah bahwa kecintaan mencari ilmu itu akan menular pada mereka. Tunjukkan pula bahwa kita antusias dan terlibat penuh saat pembelajaran tengah berlangsung. Hal ini terutama akan bermanfaat jika anak-anak kita juga tengah sekolah daring dari rumah (PJJ). Mereka jadi punya role model dan kita tidak dilihat sebagai orang tua yang hanya menyuruh tapi tidak melakukan.
Image by Hatice EROL from Pixabay
  • Dalam situasi tak menentu karena pandemi COVID-19 ini, pendidikan parenting dalam bentuk online adalah pilihan terbaik. Kita dapat mengikutinya dari kamar tidur, tak perlu mengenakan masker dan menjaga jarak, syarat utamanya hanya gadget dan jaringan internet. Untuk mendapatkan manfaat optimal dari kelas online yang Anda ikuti, pastikan temanya sesuai kebutuhan keluarga kita, narasumbernya memang menggeluti bidang yang dibicarakan, serta ada materi yang bisa dipraktekkan. Lebih bagus lagi jika ada pendampingan atau follow up setelah webinar/ workshop selesai.
  • Selain manfaat, teknologi digital juga membawa potensi masalah. Yang biasanya paling dikhawatirkan orang tua adalah pengaruh buruk dari apa yang dilihat dan didengar anak di internet. Ada juga yang khawatir anaknya menjadi target cyber bullying atau cyber crime. Sebenarnya Sahabat, ada banyak jenis parental control software yang bisa ditemukan di internet, begitu pula informasi dan pelatihan mengenai cara-cara melindungi anak anak kita dari konten-konten negatif. Kuncinya adalah rajin mencari informasi ya, itulah mengapa kita perlu bersahabat dengan teknologi.

Action Speaks Louder Than Words

Dalam video “Positive Parenting dan Penerapannya”, sahabat saya Syarvia Lukman pernah mengingatkan tentang “tsunami informasi”. Ia mengatakan jangan sampai kita terjebak dalam pencarian pengetahuan yang bertubi-tubi namun tidak mempraktekkannya.

Seperti saat mencari resep masakan, kita langsung tergerak untuk mempraktekkannya kan? Begitu pula saat menemukan tips parenting, sebaiknya kita coba dulu sebelum mencari lagi tips lainnya. Sudah meluangkan waktu ikut webinar, belum lagi kalau yang berbayar. Sayang kan kalau ilmunya tidak coba diterapkan?

Namun sama seperti soal memasak, kita juga perlu tahu ilmu dasarnya nih Sahabat, misalnya mengapa saat membuat roti ada yang menggunakan air es dan ada yang hanya menggunakan air biasa. Begitu pula ilmu parenting. Lebih bijak saat kita memahami alasan di balik suatu tips, daripada mempraktekkannya mentah-mentah ke anak kita. Bukan apa-apa, setiap anak itu unik, begitupun kondisi dan lingkungan yang ada di sekitarnya. Tidak setiap tips cocok dengan anak kita, dan akhirnya kita harus pandai-pandai memilah yang mana yang bisa diaplikasikan.

Jika dari sekolah anak atau dari dinas pendidikan di kota kita belum ada pelatihan-pelatihan parenting, maka inisiatif untuk mencarinya dengan dukungan teknologi digital menjadi sangat penting. Sebagai orang tua, kesadaran bahwa ilmu parenting harus selalu diperbarui menunjukkan kepedulian kita pada anak dan keluarga.

Mari ciptakan keluarga kuat mulai dari rumah. Selamat Hari Keluarga Internasional, Sahabat CC.

Sumber foto: Gerd Altmann from Pixabay

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

1 + 3 =