Pernahkah Sahabat CC tidak sepakat mengenai pengasuhan anak? Sulitkah menyepakati apa yang terbaik bagi anak?

Dalam pengasuhan anak, sering kali terjadi anak akan meminta apa yang menjadi keinginannya kepada Ayah. Anak menganggap Ibu lebih banyak aturan dan sering kali melarang apa yang diinginkan anak. Tidak heran, anak menjadi lebih sering meminta Ayah untuk mengabulkan keinginannya. Memang tidak semua mengalami hal yang sama dan mungkin saja terjadi sebaliknya. Ibu mudah mengabulkan, sedangkan Ayah terlalu keras dan banyak memberikan larangan. Istilah lainnya adalah “good cop-bad cop” dalam pengasuhan anak.

Seperti contoh kasus berikut ini. 

“Ibu, aku boleh beli mainan ngga?” ujar seorang anak

“Kemarin kan sudah beli mainan, lain kali saja ya” jawab Ibu

Tentu saja apa yang disampaikan Ibu, bukanlah hal yang ingin ia dengar. Oleh karenanya, anak segera menemui Ayahnya dan mengatakan hal yang sama. Lalu, bagaimana respon Ayah?

“Boleh, nanti Ayah beli bola ya, nanti kita bisa olah raga sama-sama.”

Situasi demikian membuat Ibu seperti polisi yang memberikan banyak aturan. Sedangkan Ayah? Mengabulkan keinginan anak membuatnya seolah menjadi “malaikat penyelamat” yang dapat diandalkan kapanpun. Kondisi ini sering juga disebut dengan good cop-bad cop dalam pengasuhan, dimana orang tua memiliki pandangan, aturan, dan keputusan yang berbeda dalam pengasuhan anak.

Bagaimana dengan Sahabat CC? Apakah Ibu adalah bad cop dan Ayah adalah good cop yang seolah berperan sebagai “malaikat penyelamat” anak?

Ilustrasi di atas menunjukkan sering kali orang tua memiliki peran yang berbeda di dalam keluarga. Ibu yang cerewet dan memberikan aturan seolah menjadi bad cop, sedangkan Ayah yang baik hati seolah menjadi good cop yang bisa diandalkan ketika anak memiliki keinginan. Kondisi ini menunjukkan orang tua tidak memiliki pandangan yang sama dalam pengasuhan anak. Akibatnya, aturan yang diberikan pun menjadi berbeda. Satu aturan dari Ibu bisa dipatahkan oleh Ayah yang tidak berpandangan bahwa aturan tersebut penting. Pada situasi yang lain, Ayah juga terkadang berperan sebagai sosok yang tegas sedangkan Ibu lebih lembut dan penuh toleransi. 

Dampak Good Cop-Bad Cop Bagi Anak dan Orang Tua

Jika ada good cop-bad cop dalam pengasuhan sehingga orang tua sering kali tidak sepakat saat membuat aturan, apa yang akan terjadi pada anak? 

  1. Anak mengetahui bagaimana cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan

Saat memiliki suatu keinginan, anak mengetahui siapa yang perlu ia temui. Misalnya jika anak mengetahui Ibu yang lebih banyak memberikan uang saku namun Ayah yang lebih sering membelikan mainan, maka ia akan menemui ibunya saat menginginkan uang dan ia akan menemui ayahnya saat menginginkan mainan. 

  1. Anak memiliki orang tua “favorit”

Ketika anak mengetahui bahwa Ayah yang selalu mengabulkan keinginan sedangkan Ibu selalu menolak mengabulkan keinginannya, hal ini berpotensi membuat anak lebih menyukai Ayah dibandingkan Ibu. Umumnya anak akan berpihak pada orang tua yang lebih mudah mengabulkan keinginannya.

  1. Anak tidak disiplin dan sulit menentukan skala prioritas

Tidak sejalannya pengasuhan Ayah dan Ibu bisa berpotensi membuat anak kurang mampu menentukan skala prioritas karena kebutuhannya akan selalu dipenuhi oleh orang tua yang berperan sebagai good cop. Selain itu perbedaan pengasuhan Ayah dan Ibu bisa membuat anak menjadi bingung mengenai aturan karena tidak ada aturan yang benar-benar dijalankan sepenuhnya.

Good cop-bad cop dalam pengasuhan ternyata tidak hanya berdampak pada anak, tetapi juga bagi orang tua itu sendiri. Ketidaksepakatan dalam pengasuhan ternyata bisa mempengaruhi kehidupan pernikahan khususnya relasi antara suami dan istri. Salah satu pihak bisa merasa tidak dihargai karena aturan yang ia terapkan pada anak dipatahkan oleh pihak yang lain. Hal ini kemudian bisa membuatnya frustasi yang berujung pada pertengkaran diantara suami-istri. Tentu saja relasi suami-istri yang kurang harmonis bisa berdampak pada kurang optimalnya pengasuhan yang dilakukan. Terlebih jika orang tua berargumen atau bertengkar mengenai aturan tersebut di hadapan anak. Anak akan merasa tidak aman dan bingung untuk menempatkan diri dalam situasi tersebut. 

Apa yang Bisa Dilakukan?

Lalu, jika Sahabat CC terlanjur memiliki pola pengasuhan “good cop-bad cop“, apa yang bisa dilakukan?

  1. Sepakati Aturan

Orang tua perlu duduk bersama dan sepakati aturan umum yang perlu ditaati bersama, baik oleh orang tua maupun anak. Pilih waktu luang yang tepat untuk membahas hal ini, pastikan kedua belah pihak sedang berada dalam kondisi yang relaks. Bangun suasana menyenangkan terlebih dahulu agar kesepakatan dapat diraih.

  1. Saling Percaya

Setelah menetapkan aturan, orang tua harus saling mempercayai satu sama lain. Jika anak datang menemui Ayah dan mengajukan suatu keinginan, tanyakan apakah ia sudah meminta izin juga kepada Ibu. Jika Ibu tidak mengizinkan, maka Ayah perlu mempercayai keputusan Ibu dan memberikan pengertian yang bisa dipahami anak mengapa Ayah dan Ibu tidak bisa mengabulkan keinginannya. Pastikan orang tua sudah mengecek keputusan satu sama lain untuk memastikan bahwa anak tidak berbohong.

  1. Sepakati cara mengatasi konflik

Jika orang tua benar-benar tidak bisa menyepakati keputusan bersama, sepakati cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi perbedaan tersebut. Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan meminta waktu kepada anak agar Ayah dan Ibu bisa berdiskusi dulu sebelum membuat keputusan bersama. 

Sahabat CC, demikian cara yang dapat diupayakan oleh orang tua agar lebih kompak dalam memberikan pengasuhan kepada anak. Tidak perlu lagi ada “polisi” dalam pengasuhan, akan tetapi orang tua bisa bersama-sama menjadi sahabat dan teladan bagi anak dalam setiap keputusan yang dibuat.  

Selamat mencoba tips-tips di atas dan jangan lupa cek juga artikel kami yang berjudul “Ketika Pasangan Berbeda Pendapat Soal Anak” untuk melengkapi wawasan kita tentang topik ini.

Referensi:
Good Cop/Bad Cop Parenting, Which are You oleh Janis, Raising Champion Families, 2019 

Photo by Migs Reyes from Pexels

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

− 7 = 1