Pada artikel sebelumnya, saya berbagi mengenai kunci komunikasi dengan anak madya atau anak yang berusia 9-11 tahun. Saat tulisan ini dibuat, putra sulung saya tengah berusia 10 tahun dan saya melihat sejumlah ciri khas anak madya sudah muncul pada dirinya.

Inilah beberapa ciri anak usia madya antara 9 – 11 tahun, yang disarikan dari beberapa sumber:

Ciri khas jasmani antara lain:

  1. Mereka mengalami pertumbuhan fisik yang semakin baik dan kuat. Koordinasi dan keseimbangan tubuh juga makin baik, termasuk pada kemampuan motorik halusnya. Pada umumnya daya tahan tubuh semakin kuat, dan memiliki selera makan yang cukup besar.
  2. Pada umumnya mereka cukup aktif dan memiliki banyak energi. Mereka juga penuh semangat serta senang melakukan kegiatan yang sulit dan bersifat menantang. Pada saat bermain, anak laki-laki lebih kasar daripada anak perempuan. Mereka suka melompat atau berlari sambil berteriak-teriak, sedangkan anak perempuan suka berbisik-bisik dan tertawa cekikikan bersama.
  3. Pada usia ini pertumbuhan fisik dan psikologis anak perempuan pada umumnya lebih cepat daripada anak laki-laki. Selain terlihat memiliki badan yang lebih besar, anak perempuan juga terlihat “lebih dewasa”.

Ciri-ciri secara mental dan intelektual antara lain:

  1. Lebih mandiri dan tidak terlalu tergantung pada keluarga
  2. Suka mengoleksi benda-benda kecil seperti perangko atau stiker, juga sudah mulai tekun pada hobinya.
  3. Memiliki daya kreativitas yang tinggi.
  4. Mulai bisa berfikir secara logis. Kini mereka tidak terlalu suka berkhayal (berimajinasi) melainkan bersikap lebih konkret.
  5. Mulai berempati dan dapat melihat dari perspektif orang lain.
  6. Daya ingat dan rentang perhatiannya semakin meningkat.
  7. Sudah dapat membaca dengan baik dan pada umumnya anak-anak usia 9-11 tahun haus serta gemar akan berbagai bacaan.
  8. Pada usia ini ketrampilan seorang anak, perbedaan, kekuatan, serta kelemahan pribadinya mulai terlihat jelas.

Ciri khas secara emosi antara lain:

  1. Anak menerima dan menyerap keyakinan dan nilai-nilai yang ada dalam keluarga
  2. Mereka mengagumi dan meniru figur-figur dewasa yang berpengaruh di sekelilingnya
  3. Suka humor.
  4. Kadang-kadang memiliki perasaan yang tersembunyi, namun karena mereka sudah bisa mengendalikan diri (dan menutup-nutupi), mereka bisa berpura-pura seolah tidak ada masalah yang mengganggu diri mereka. Untuk tipe anak yang agresif, perilaku memberontak mereka dapat dengan mudah diketahui dan karenanya mereka cenderung dianggap sebagai anak yang sulit/nakal.
  5. Mulai ada perasaan tidak suka dibanding-bandingkan.

Ciri khas secara sosial:

  1. Anak-anak Madya lebih suka bergaul dengan teman sebayanya dibanding dengan orang tua maupun gurunya.
  2. Suka bergaul dengan teman sejenis dan ada kecenderungan untuk “anti” dengan lawan jenis (misalnya: tidak mau duduk berdampingan).
  3. Setia pada kelompoknya dan menganggap kelompoknya sebagai sesuatu yang istimewa. Bagi anak-anak usia 9-11 tahun, pendapat dan sikap kelompoknya terhadap segala sesuatu amat penting. Mereka juga kadang bersikap seolah-olah sedang melakukan sesuatu yang misterius dan terlarang bersama dengan anggota-anggota kelompoknya (padahal sebenarnya tidak, mereka hanya sedang mengekspresikan rasa bangga terhadap kelompoknya). Tak jarang mereka memiliki bahasa dan kode sendiri di dalam kelompoknya.
  4. Semangat berkompetisi pada anak usia 9-11 tahun tinggi sekali. Pada waktu bertanding, mereka seringkali memperlihatkan interaksi yang bersifat negatif, seperti melontarkan komentar yang bernada permusuhan, berbuat curang, dan berusaha untuk menghalangi atau mendominasi satu sama lain.
  5. Suka bergurau, termasuk mungkin menertawakan orang lain. Untuk itu arahkan mereka pada gurauan yang sehat, dan yang tidak melukai atau menyinggung perasaan orang lain.
  6. Mulai sadar terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya, mulai peduli pada pendapat orang lain mengenai tubuhnya. Persoalan body image atau gangguan makan biasanya mulai terjadi pada usia ini.
  7. Mereka senang bekerjasama dan mampu menyelesaikan konflik dengan negosiasi atau kompromi.

Dengan mengetahui ciri khas anak-anak usia madya, kita dapat memberikan perhatian dan stimulasi yang lebih tepat sesuai dengan perkembangannya. Misalnya seperti di bawah ini:

FISIK Berikan banyak kesempatan untuk bergerak dan beraktifitas fisik. Olahraga adalah salah satunya, namun bisa juga dengan menari, bermain games outdoor, dan lainnya.

INTELEKTUAL Berikan tugas-tugas yang menantang untuk diselesaikan dalam kelompok, dukung anak untuk menekuni hobinya, atau berikan banyak kesempatan untuk mencoba hal baru.

EMOSI Berikan feedback positif bagi hasil kerja anak dan sebaiknya lakukan koreksi tidak di depan teman-temannya melainkan empat mata. Ajari pula anak tentang menghormati orang lain, berempati, dan tidak segan membantu orang lain.

SOSIAL Berikan banyak kesempatan untuk bekerjasama dalam kelompok, berikan ia batasan-batasan yang jelas dan masuk akal mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta bukalah ruang diskusi dengan anak.

Sahabat CC, usia anak madya bisa dibilang adalah masa peralihan dari anak ke remaja dan peran orang tua sangatlah penting. Menurut saya, hal terpenting dalam proses tumbuh kembang anak madya adalah orang tua bisa menempatkan diri sebagai sahabat, dimana anak merasa nyaman untuk bertanya, bercerita dan berbagi pendapatnya.

 

Referensi:

  1. Dr. Mary Go Setiawani, Pembaruan Mengajar, terbitan Yayasan Kalam Hidup
  2. www.cdc.gov
  3. msue.anr.msu.edu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here