Siapa yang mengira film animasi besutan Disney ini terinspirasi dari Indonesia? Saya salah satunya. Awalnya dari judul sekaligus nama sang tokoh utama, Raya. Dalam bahasa kita, raya berarti besar, dan kata ini dipakai dalam percakapan sehari-hari, seperti jalan raya, hari raya, sampai lagu kebangsaan kitapun berjudul Indonesia Raya.

Kemudian ada poster dan trailer filmnya. Raya berkulit sawo matang, ia juga mengenakan caping dan menggunakan senjata yang bentuknya seperti keris. “Wah, keren nih ada film Disney yang terinspirasi dari Indonesia”, pikir saya. Karena itulah saya putuskan untuk mencari tahu lebih banyak, dan ternyata benar bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang dikunjungi untuk riset film ini. Selain Indonesia, tim juga berkeliling ke Thailand, Vietnam, Singapura, dan beberapa negara lainnya di Asia Tenggara. Jadi bisa dikatakan, film animasi berjudul lengkap Raya and The Last Dragon ini terinspirasi dari budaya Asia Tenggara.

Tanpa bermaksud membocorkan ceritanya, inilah beberapa alasan mengapa menurut saya film ini baik untuk ditonton oleh anak-anak kita:

Banyak simbol budaya Indonesia

Meskipun Kumandra adalah negara fiktif, namun kita bisa melihat beberapa budaya Indonesia muncul di sana. Mulai dari caping yang dikenakan Raya sampai bentuk senjata yang menyerupai keris. Saya juga menemukan arsitektur candi dan adegan orang menampi beras. Di awalpun ada animasi seperti wayang dan orang-orang yang berpakaian seperti pada jaman Majapahit. Lewat film ini kita bisa menumbuhkan kebanggaan anak terhadap budayanya sendiri, lho!

Belajar tentang rasa percaya

Issue utama yang diangkat melalui film ini adalah tentang rasa percaya (trust). Jika sebelumnya kita pernah dikhianati, apakah kita bisa kembali mempercayai orang lain? Itulah enaknya menonton film animasi, pesannya bisa dikemas sedemikian rupa tanpa terasa menggurui. Kalau anak-anak kita sudah besar, boleh sempatkan berdiskusi dengannya setelah menonton.

Inspirasi untuk anak-anak perempuan

Seperti banyak film produksi Disney lainnya, tokoh utama dalam film ini yaitu Raya adalah seorang perempuan. Jago beladiri, pemberani, dan tangguh. Tapi tak hanya Raya, 2 tokoh utama lainnya juga perempuan, yaitu Sisu dan Namaari. Ketiganya punya sifat yang berbeda, jadi perlu kita diskusikan dengan anak mana sifat yang dapat diteladani, dan mana yang kurang baik.

Inspirasi untuk menjadi animator

Tak dapat dipungkiri animasi Disney memang selalu mengundang decak kagum. Aliran air sungai, daun yang terbang, helaian rambut saat Raya berlari, sampai cahaya matahari yang terasa nyata. Kalau anak kita punya minat dan bakat menggambar, siapa tahu mereka bisa menjadi animator handal nantinya.

Hubungan keluarga yang hangat

Raya berkelana bertahun-tahun demi mengembalikan wujud ayahnya yang telah berubah menjadi batu. Boun juga bersedia membantu Raya agar dapat kembali berkumpul dengan ayah, ibu, dan adiknya. Ada pula ekspresi bahagia Sisu ketika dapat kembali bertemu dengan saudara-saudaranya. Meskipun tidak digambarkan sekental hubungan Elsa dan Anna dalam Frozen, namun aspek hangatnya keluarga tetap tergambar dalam film ini.

Nah Sahabat CC, penasaran seperti apa filmnya? Selamat menonton!

*Picture from Disney

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

7 + 2 =