Siapa yang tak ingin anaknya menjadi orang sukses? Banyak orang tua yang memasukkan anak ke sekolah mahal, mendatangkan guru les, bahkan menyediakan laptop dan fasilitas belajar yang lengkap agar anak mendapat nilai maksimal. Tentu harapannya agar kelak anak sukses. Pada anak, perjalanan menuju kesuksesan tidak instan. Dimulai dengan melatih dasar-dasarnya dengan benar dan konsisten dalam waktu yang lama. Sudah harus ditanamkan sedari dini ketika anak-anak masih kecil.

Apakah Anda akrab dengan istilah core training? Atlet yang tidak melatih bagian utama tubuh (core) yaitu perut, punggung, pinggang dan paha dengan benar dan konsisten dengan cukup sewaktu muda, tidak akan bisa bertahan lama jika ditandingkan ke level yang semakin tinggi, dikarenakan intensitas latihan keahlian yang semakin banyak dan juga jadwal pertandingan yang sangat ketat. Akibatnya jelas, cedera, dan bahkan bisa gantung sepatu.

Khabib Nurmagomedov, Juara Tak Terkalahkan dan Tak Terbantahkan Ultimate Fighting Championship (UFC), di dalam wawancaranya mengakui harus melalui latihan yang berat sewaktu kecil dan remaja. Mulai umur 15 tahun telah mengikuti berbagai turnamen olahraga judo, sambo, dan gulat, dan telah melalui paling tidak 200-250 pertandingan di kelas amatir, agar mempunyai dasar yang benar dan kuat untuk pengalaman berkompetisi beladiri sebelum bisa beranjak ke jenjang profesional.

Abraham Lincoln, yang terkenal dengan kecakapan berpidatonya, sedari kecil sangat gemar membaca. Sewaktu remaja ia sempat menjadi juru tulis, dimana profesi ini digunakan oleh Abraham muda untuk menulis artikel – artikel sambil terus berdiskusi dengan editornya untuk mengulang dan mengoreksi kata-kata agar lebih berbobot. Selama bertahun-tahun, setiap hari selama paling sedikit 2 jam ia berkutat dengan tulisannya. Hasilnya, Lincoln ahli dalam menyuarakan pendapatnya dan mendapat kepercayaan untuk menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat di Illnois dengan beberapa kali masa jabatan, sebelum akhirnya mencalonkan diri menjadi Presiden.

Dari dua contoh di atas, dapat kita lihat bahwa kecerdasan dan bakat adalah salah satu faktor penunjang kesuksesan. Keduanya perlu diasah terus menerus agar menjadi tajam pada waktunya. Namun sikap dan karakter juga tak kalah penting untuk dibentuk sejak dini, misalnya karakter jujur dan dapat dipercaya atau berani berkompetisi dengan sportif. Contohkan hal-hal yang benar kepada anak sewaktu dia kecil agar dia tahu mana yang benar dan salah sejak awal dan tidak tergoyahkan prinsipnya sewaktu ia dewasa.

Pernahkah Anda mendengar tentang Ibnu Abbas? Ahli tafsir yang sangat cerdas, senang belajar, dan berwawasan luas ini sejak kecil hingga remaja dididik langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Selain telah diberikan pena mainan ketika masih kanak-kanak, Nabi juga mencontohkan perilaku mulia sejak bangun tidur sampai tidur lagi.

Masih banyak contoh lain di sekitar kita, bahkan alampun mengajari kita tentang pentingnya core/ bagian inti. Pepohonan secara alami akan menumbuhkan bagian intinya terlebih dahulu. Akar-akarnya tumbuh semakin dalam dan mencengkeram tanah dan batang pohon utama harus kokoh dan cukup besar, sebelum mulai tumbuh ke atas dan membuat cabang-cabangnya, dan mulai menumbuhkan bunga dan buah.

Maka penting sekali mengasah kecerdasan dan bakat anak sejak dini, sama pentingnya dengan menanamkan karakter dan sikap positif. Insya ALLOH, anak-anak akan tumbuh dengan baik, sukses dan bisa memenangkan persaingan di masa depan karena memang sudah dibiasakan berkompetisi dengan sehat sejak kecil.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

+ 33 = 34