Hari Kesehatan Mental Sedunia diperingati tanggal 10 Oktober setiap tahunnya. Bicara tentang pentingnya kesehatan mental, tentu bukan hanya untuk orang dewasa saja, melainkan juga untuk anak dan remaja.

Together, let’s move to mental health. No health without mental health.” Demikian pernyataan penutup dari Direktur Jenderal WHO dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam forum media briefing WHO tanggal 9 Oktober 2020.

Kesehatan mental dunia secara umum tahun ini sangat dipengaruhi oleh kondisi pandemi. Bagi orang dewasa, kehilangan penghasilan hingga kehilangan kesempatan bersosialisasi dapat menjadi pemicu berbagai gangguan mental. Lain halnya dengan anak dan remaja. Perubahan pola belajar, penyesuaian diri dengan kondisi keuangan orang tua, sampai dengan hilangnya waktu bermain dengan teman-teman sebayanya, dapat menjadi penyebab stres pada mereka.

Apa Itu Kesehatan Mental?

Anak dan remaja yang sehat mental artinya mereka sehat secara psikologis, emosional, dan sosial. sederhananya, mereka merasa cukup bahagia dengan hidupnya.

Kesehatan mental ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor keturunan, kondisi otak, pengalaman, dan lingkungan.

Kesehatan mental sangat penting agar seorang anak dan remaja dapat menjalani hidupnya dengan baik dan berkembang dengan optimal. Misalnya, seorang anak yang menjadi korban bullying menolak datang ke sekolah. Akibatnya ia kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kognitifnya karena ketinggalan pelajaran, atau kemampuan sosialnya karena tidak berinteraksi dengan guru dan teman yang lain. Contoh lainnya, remaja yang merasa kecewa dengan perceraian orang tuanya mencari pelarian dengan mengonsumsi narkoba. Akibat dari rusaknya tubuh dan otaknya, aspek-aspek perkembangannya menjadi terhambat.

Gejala Awal Yang Perlu Diwaspadai

Berbeda dengan gangguan medis yang gejalanya tampak jelas, gangguan mental sulit untuk dideteksi dalam waktu singkat. Anak yang sedang serius belajar, sedang asyik menonton video, atau sedang tidur nyenyak belum tentu sehat mental. Bisa saja sebetulnya ada masalah yang tengah ia hadapi namun tidak ia ceritakan. Atau mungkin saja ia tengah merasa sedih namun tidak bisa mengeskpresikannya dengan menangis.

Karena itu orang tua dan orang dewasa yang dekat dengan anak dan remaja, harus lebih peka terhadap perubahan perilaku yang terjadi. Berikut ini adalah di antaranya:

  1. Terjadi perubahan pola makan atau tidur yang cukup signifikan
  2. Menarik diri dari lingkungan pergaulan
  3. Lemas dan seperti tidak punya energi untuk beraktifitas
  4. Mengeluhkan sakit fisik namun saat diperiksa ke dokter tidak ada penyakit apapun
  5. Tiba-tiba sering lupa, tidak fokus, mudah marah, cemas, menangis, atau takut
  6. Nilai atau prestasi akademis menurun

Peran Kita Dalam Menjaga Kesehatan Mental Anak dan Remaja

1Menjadi tempat bercerita dan berdiskusi.

Anak dan remaja tak hanya butuh nasehat, tapi juga teman yang mau mendengarkan cerita dan pendapat mereka. Menceritakan hal yang mengganggu pikiran akan meringankan beban dan dapat mencegah terjadinya gangguan mental yang lebih berat.

2Mengajarkan mereka cara menghadapi stres sesuai usianya.

Sepanjang hidupnya, anak akan menghadapi berbagai masalah. Untuk anak yang lebih kecil, kita dapat mengajak mereka mengalihkan pikirannya dengan hal-hal yang mereka sukai. Misalnya, anak menangis karena terjatuh. Setelah kita bersihkan lukanya, kita berikan ia mainan favoritnya agar berhenti menangis. Untuk anak yang lebih besar dan sudah bisa diajak berdiskusi, bicarakan tentang masalah yang tengah ia hadapi dan berikan dukungan yang ia butuhkan. Ajak juga ia untuk melakukan hobinya atau berikan kesempatan untuk bermain dengan teman-teman sebayanya.

3Memahami faktor-faktor yang dapat mengganggu kesehatan mental anak dan remaja.

Kita tidak dapat menjaga anak kita selama 24 jam sehari dan kitapun tak dapat menciptakan lingkungan yang 100% bebas stressor bagi mereka. Namun dengan memahami beberapa faktor penyebab gangguan mental, paling tidak kita dapat mencegah atau meminimalisir dampak lingkungan pada kesehatan mental anak dan remaja kita.

4Datang ke profesional jika ada gejala perubahan pada anak yang perlu ditindak lanjuti.

Berkonsultasi dengan psikolog anak sama sekali bukan hal yang memalukan. Berbeda dengan bertahun-tahun lalu, zaman sekarang orang tua sudah lebih peduli dan sadar pentingnya kesehatan mental pada anak dan remaja.

Sahabat CC, anak yang sehat mental bukan berarti bebas dari masalah, melainkan yang mampu menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan cara yang konstruktif dan positif. Mereka juga dapat berkembang secara optimal, serta tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih tangguh dalam menghadapi krisis. Semoga peringatan hari kesehatan mental sedunia tahun ini semakin meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya hal ini.

referensi: who.int, mentalhealth.gov

sumber gambar: pixabay.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

59 + = 66