Orang tua zaman sekarang, terutama Ibu mungkin sudah sering mendengar istilah playdate. Istilah ini ditujukan untuk anak-anak yang sengaja bertemu untuk bermain bersama selama beberapa jam dengan ditemani oleh orang tua atau pengasuhnya. Sederhananya, membuat janji temu untuk bermain bersama. Anak-anak mulai dari usia batita hingga menjelang remaja bisa diajak melakukan playdate. Biasanya ada yang mengundang ke rumahnya, namun tak jarang pula pertemuan diadakan di tempat umum, seperti taman kota atau tempat wisata.

Playdate sebetulnya muncul dari kebutuhan anak untuk bersosialisasi di tengah kesibukan orang tua dan kondisi lingkungan yang kurang mendukung.

Misalnya anak-anak yang tinggal di komplek dan apartemen yang kekurangan teman bermain. Memang, jika kebutuhan bersosialisasinya kurang terpenuhi, anak dapat saja sulit untuk memahami orang lain, cenderung tergantung dan tidak mandiri, sulit menyesuaikan diri, serta kurang pergaulan. Demikian dituliskan oleh Elizabeth Hurlock dalam bukunya Developmental Psychology: A Life-Span Approach.

Nah, jangan sampai kita melakukan playdate hanya karena mengikuti tren. Ada beberapa prinsip yang bisa dijadikan pedoman agar playdate bermanfaat maksimal bagi anak.

a. Anak-anak biasanya sudah akrab dengan saudara-saudara atau teman-temannya di sekolah. Undanglah keluarga lain yang kita kenal dari komunitas yang kita ikuti, atau ajak rekan kerja kita untuk berkumpul sambil membawa anaknya. Bagi anak, kemampuan adaptasinya akan terasah saat sering berhadapan dengan orang-orang baru. Jika anak kita belum siap atau masih malu bergabung dengan temannya yang lain, tunggu sampai ia siap. Biasanya anak akan mendekati apabila merasa tertarik dan sudah nyaman dengan lingkungan barunya.

b. Berbeda dengan bermain di sekolah atau tempat penitipan anak, playdate tidak bersifat kaku dan banyak aturannya. Anak-anak tidak dipaksa langsung bermain bersama atau mengikuti aturan main yang dibuat orang dewasa. Anak-anak yang sudah lebih besar dan matang nanti akan membuat aturan sendiri untuk permainan mereka, dan ini adalah latihan untuk mengasah inisiatif dan kemampuan mereka bekerjasama.

c. Fasilitasi dengan mainan atau perlengkapan yang sesuai usia mereka. Kita tidak harus sengaja membeli beragam mainan untuk kegiatan playdate ini, gunakan saja mainan atau buku anak yang ada di rumah. Peralatan apapun sebetulnya juga bisa dijadikan mainan terutama jika anak sudah mampu berfantasi dan bermain drama. Atau kita dapat pula meminta tamu-tamu untuk membawa beberapa mainan. Jika playdate dilakukan di luar rumah, cari tempat yang menyediakan sarana untuk anak bermain, misalnya ruang terbuka luas dimana mereka bisa berlari-lari, taman bermain yang memiliki ayunan, perosotan, dan sebagainya.

d. Saat bersosialisasi, anak juga akan menghadapi dan mencoba menyelesaikan masalah yang timbul dalam hubungan tersebut. Berebut mainan, tidak mau bergantian, anak yang memukul, ada yang menolak bermain bersama, dan sebagainya. Amati bagaimana anak mencoba menyelesaikan masalahnya sebelum turun langsung untuk membantu.

e. Bagi anak usia batita, para ibu atau pengasuh diharapkan ikut bermain bersama anak. Anak-anak yang masih malu atau takut, akan melihat bahwa ibunya pun menikmati kegiatan tersebut, sehingga ia merasa lebih nyaman melibatkan dirinya. Namun arahkan agar anak mau bermain dengan teman yang lain, bukan menempel terus pada ibunya. Jika anak-anak sudah lebih besar dan menikmati bermain antar mereka tanpa banyak campur tangan orang dewasa, maka playdate juga bisa jadi sarana ibu untuk bersosialisasi. Jauhkan dulu gadget dan perangkat komunikasi, dan mulailah menjalin relasi yang lebih dekat dengan ibu-ibu yang lain sambil sesekali mengawasi dan mengecek anak-anak. Selain dari pengalaman langsung, cara terbaik belajar bersosialisasi bagi anak adalah dengan melihat contoh.

Banyak ide dan alternatif kegiatan seru untuk playdate yang bisa kita cari dari berbagai sumber. Anda dapat mencoba menerapkan prinsip-prinsip di atas saat menjalankannya, namun jangan lupa pertimbangkan keamanan dan usia anak kita.

Salam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

− 3 = 4