Perkembangan anak satu dengan anak lainnya bisa jadi tidak sama. Hal ini akan bergantung beberapa faktor. Berdasarkan penelitian, faktor bawaan, nutrisi dan stimulasi berperan terhadap optimalisasi perkembangan anak. Walaupun demikian, para ahli menemukan pola perkembangan yang seragam sebagai prediktor untuk optimal tidaknya perkembangan. Hal ini berguna sebagai alat pemeriksaan sehingga anak dapat distimulasi dengan sesuai.

Untuk menunjukkan mengenai pentingnya stimulasi selain peran nutrisi dan faktor bawaan, para peneliti di bidang anak usia dini sangat serius dan gamblang dalam menyampaikannya. Berikut penelitian Jamaica yang terkenal mengenai nutrisi, stimulasi dan perkembangan anak.

Sumber: Grantham-McGregor et al. 1997

 

Di atas merupakan studi yang dilakukan pada anak-anak yang pertumbuhannya tidak optimal di Jamaica. Mereka kekurangan nutrisi sehingga tingginya tidak sesuai usianya (kerdil). Pada penelitian ini, sebagian anak tidak mendapatkan perlakuan sama sekali (control group), kelompok kedua hanya diberi nutrisi, kelompok ketiga diberi stimulasi saja dan yang keempat diberi stimulasi dan nutrisi yang baik. Dari grafik di atas dinyatakan bahwa, kelompok yang hanya menerima stimulasi berkembang lebih baik dibanding kelompok yang hanya diberi nutrisi. Dan tentu saja kelompok yang diberi keduanya berkembang hampir menyamai anak-anak yang tidak kekurangan gizi. Berdasarkan penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa stimulasi memiliki peran yang kuat dalam tumbuh kembang anak, termasuk kemampuan berbahasa.

Penguasaan kemampuan berbahasa pada anak banyak bergantung pada tingkat stimulasi orang dewasa di sekitarnya.

Paparan akan bahasa dan responsivitas dari orang dewasa di sekitar anak memiliki peran yang besar dalam menentukan penguasaan bahasanya. Diketahui bahwa kata yang sering didengar dalam beberapa hari berturut-turut akan lebih mudah dikuasai dibandingkan mempelajarinya berulang kali dalam satu hari. Selain itu keluarga yang sering berbincang dengan bayi tentunya akan memberikan keterampilan bahasa lebih awal dibandingkan keluarga yang menganggap bayi belum memahami lingkungan sekitarnya sehingga kurang diajak bicara.

Usia Tahapan Perkembangan
Lahir Menangis
2 sampai 4 bulan Cooing (bersuara aaa,uuu,ooo)
5 bulan memahami kata pertama
6 bulan mamama, dadada, papapa, tatata (babbling)
7 sampai 11 bulan mulai mengenali bahasa yang sering di dengarnya
8 sampai 12 bulan menggunakan bahasa tubuh misalnya menunjuk atau memperlihatkan benda

mulai paham arti kata-kata

13 bulan Kata pertama
18 bulan penguasaan kata kurang lebih 50 kata dengan artikulasi belum tepat
18 – 24 bulan Menggunakan dua kata

semakin luas pemahaman akan kata-kata

Kemampuan bahasa yang diperoleh sesuai dengan usianya, akan menjadi bekal bagi anak dalam kemampuan berpikir, interaksi sosial, begitu pula dalam perkembangan emosinya. Bahasa akan membantu anak dalam berpikir dan mengembangkan pemahamannya akan situasi lingkungannya. Hal ini akan membantunya dalam memahami dan bertindak sesuai lingkungannya. sehingga ia akan mudah beradaptasi pada situasi dimana ia berada.

Dalam interaksi sosial, anak akan mudah memahami aturan sosial yang diperlukannya untuk terlibat dalam situasi sosial.

Dengan kemampuan bahasa yang memadai juga, anak akan mengembangkan kepercayaan diri dalam interaksi sosialnya. Selain itu, kegunaan kemampuan bahasa yang sesuai usianya adalah dalam perkembangan emosinya. Anak akan lebih mudah menguasai pemahaman akan emosi dan situasi sekitarnya dengan kemampuan berbahasa, sehingga ia akan mampu mengendalikan emosi dan menyesuaikannya sesuai situasi.

Semua kemampuan di atas tentunya akan bergantung pada bagaimana orang tua menstimulasi perkembangan bahasa anak, karena anak tidak akan pernah belajar cara menggunakan kata-kata kecuali mereka mendengarnya dari orang tuanya. Anak-anak yang kaya dengan stimulasi bahasa (misalnya bercakap-cakap dengan orang dewasa di sekitarnya, dibacakan buku, dan diminta mengekspresikan pendapat dan perasaannya) akan lebih cepat menguasai kemampuan berbahasa. Bagaimana orang tua dapat mengarahkan penguasaan kemampuan ini? Berikut langkah-langkah untuk mengembangkan penguasaan bahasa anak.

  1. Bicara pada bayi anda. Bayi yang tampak tak berdaya itu ternyata lebih cerdas dari tampilannya. Gunakan kalimat lengkap kepada bayi seakan ia sudah besar. Hal ini akan memberikan penguasaan bahasa yang lebih awal dan mempermudah anak memahami aturan bahasa.
  2. Berikan contoh untuk kata-kata baru yang ingin di ajarkan. Bayi bagaikan manusia gua yang baru datang ke peradaban. Ia belum pernah melihat, merasa atau berinteraksi dengan semua simbol baru bernama bahas, sehingga wajar bagi mereka untuk mendapatkan sebanyak mungkin contoh bagi simbol-simbol baru tersebut. Cara sederhananya adalah dengan menyebutkan nama dari tindakan orang tua pada bayi, misalnya “Kakak sekarang digendong sama Nenek!” atau “Sayang ibu,,,” sambil membelaikan tangan anak ke pipi atau kepala ibu.
  3. Berikan detail untuk kata yang dikenalkan. Anak belajar nama-nama benda dari hal-hal yang umum dan semakin hari semakin detail. Orang tua dapat membantu anak dengan memberikan nama spesifik dan sifat spesifik kata yang sedang dipelajari. Misalnya saat melihat ambulan, anak dikenalkan namanya, suaranya, dan fungsinya. Hal ini dapat dilakukan saat membaca buku atau saat melihat bendanya secara langsung.
  4. Turunkan tubuh anda setinggi anak. Duduk atau berlutut sehingga anak dapat menatap mata orang tua. Hal ini akan memastikan anak sudah fokus dan siap menerima informasi baru.
  5. Berikan bantuan kata-kata ketika anak sulit mengungkapkan ide atau perasannya. “Ade lagi memperbaiki truk sampahnya ya?”, “Kakak kesal tutupnya susah di buka? Ayo, Ayah bantu.” Hal ini akan memberikan contoh untuk berpikir dan mengungkapkan bagi anak.
  6. Ulangi apa yang dikatakan oleh anak. Hal ini akan menunjukkan pada anak bahwa orang tua mendengarkan sekaligus mengajarkan sikap yang baik untuk berusaha saling mengerti.

Selain memastikan anak-anak mendapat gizi yang lengkap, orang tua dapat memastikan anak mendapatkan stimulasi yang optimal lewat interaksi dan responsivitas sesuai situasi dan perkembangan anak. Selamat berkembang!

Referensi :
Carrol, Deborah. Reid, Stella. Moline, Karen. NANNY 911. 2009. PT. Mizan Publika
Santrock, John W.Child development : an introduction / John Santrock. — 13th ed. 2010. The Mc Graw – Hill Companies,Inc.
http://web.worldbank.org/WBSITE/EXTERNAL/TOPICS/EXTEDUCATION/0,,contentMDK:23338526~pagePK:148956~piPK:216618~theSitePK:282386,00.html

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

− 2 = 3