Derasnya pengaruh budaya luar yang kurang sesuai dengan norma kadang membuat resah para orang tua di Indonesia, apalagi yang memiliki ABG atau remaja. Ditambah lagi dengan media yang kerap menghadirkan berita-berita negatif seputar perilaku anak dan remaja kita. Duh, kok rasanya generasi muda Indonesia semakin terpuruk?

Ah.. mungkin kita terlalu cepat mengambil kesimpulan. Jangan lupa bahwa yang membentuk generasi muda adalah generasi sebelumnya, ya.. siapa lagi kalau bukan kita. Maka akan jadi seperti apa mereka kelak, kita masih punya peran yang signifikan.

Anak-anak dan remaja kita dihadapkan pada berbagai pengaruh, baik maupun buruk. Mereka diharapkan dapat memilah mana yang patut diikuti, karena itu mereka membutuhkan contoh dan inspirasi yang positif. Orang tua, keluarga, guru, orang dewasa di sekitar anak, masyarakat, semuanya bisa menjadi sosok teladan. Namun ada yang harus kita ingat, anak terutama remaja sangat dipengaruhi oleh peers atau teman sebaya. Maka inspirasi dan contoh yang datang dari orang yang seusia dengan mereka dapat lebih mudah diterima dan dianggap penting.

Untungnya, Indonesia tidak kehabisan anak-anak dan remaja hebat yang inspiratif. Dalam artikel kali ini, Children Cafe menghimpun 5 sosok yang dapat menjadi inspirasi bagi anak dan remaja kita.

Evita Nuh

Penggemar fashion mungkin pernah mendengar namanya. Gadis muda ini terkenal sebagai seorang fashion blogger yang punya selera unik. Ia berani memadukan berbagai corak dan warna, dikenal karena tampilannya yang boyish tapi tetap cantik, dan punya gaya rambut yang khas. Yang membuat Evita istimewa adalah karena ia telah menyadari dirinya menyukai fashion sejak berusia 5 tahun dan mulai membuat blog di usia 8 tahun. Sebagai seorang anak dengan kondisi Asperger, blog ini juga membantunya mengekspresikan diri dan mengomunikasikan isi kepalanya kepada orang lain.

Inspirasi apa yang dapat dipetik dari Evita?
Perbedaan yang ia miliki tidak membuatnya kehilangan rasa percaya diri, justru diterima sebagai suatu keunikan. Setelah menemukan passion-nya dalam bidang fashion, Evita menunjukkan totalitas dalam berkarya. Coba saja kita tengok halaman blog atau media sosialnya, kita akan setuju bahwa gadis muda ini luar biasa berbakat.

Cendikiawan Suryaatmadja (Diki)

Tahun 2016 lalu adalah semester pertama bagi Diki merasakan kuliah di Waterloo University, Kanada. Ia berhasil lulus tes dan mendapatkan beasiswa untuk jurusan Fisika. Sejak dulu Diki memang sudah mencintai bidang ilmu tersebut, ia bahkan pernah menyabet medali perunggu dalam Olimpiade Fisika di Kazakhstan tahun 2016 lalu. Yang membuatnya lebih luar biasa lagi adalah usia Diki baru menginjak 12 tahun.

Inspirasi apa yang dapat dipetik dari Diki?
Selain memang jenius (ia memiliki skor IQ 189), Diki bisa berhasil karena memiliki tekad dan kedisiplinan yang sangat tinggi. Rasa ingin tahunya yang besar membuatnya gemar membaca dan kerap melontarkan pertanyaan yang kritis. Diki juga disiplin mengatur waktunya, 4 jam ia belajar bersama tutor setiap hari, dan sisanya ia belajar sendiri.

Tim Catur Remaja Indonesia

Bulan September 2016 lalu, 6 orang siswa SMP menorehkan prestasi membanggakan di ajang Malaysia Internasional Chess Festival 2016. Mereka meraih 2 medali emas, 2 medali perak, dan 2 medali perunggu. Keenam remaja berprestasi ini adalah Daru Okta Buana, Putu Luhur Apngal Kusuma, Amalia Hasanah, Devito Alfionaldi Firgianto, Nora Amalia, dan Skolastika Faustina Ivana. Daru mewakili teman-temannya sempat menyatakan bahwa mereka harus beradaptasi dengan makanan yang rasanya berbeda dan waktu istirahat yang sangat sempit, dan waktu pertandingan yang panjang (6-8 jam).

Inspirasi apa yang dapat dipetik dari mereka?
Kedisiplinan, fokus, dan latihan terus menerus menjadi kunci keberhasilan mereka. Yang juga bisa ditiru adalah motivasi berprestasi yang tinggi, sehingga meskipun ada tantangan dalam beradaptasi dan fisik yang lelah, mereka tetap berusaha melakukan yang terbaik.

Nadia Shafiana Rahma

Hobi menulis telah membawanya ke Frankfurt Book Fair 2015. Nadia yang saat itu berusia 11 tahun diberi kesempatan untuk menjadi pembicara di ajang terbesar bagi insan dunia penerbitan itu. Hingga saat ini Nadia telah menuliskan sekurang-kurangnya 11 buah buku yang telah diterbitkan. Tak heran, ia mulai menulis sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Istimewanya lagi, sang kakak yang usianya hanya terpaut 1 tahun juga memiliki kemampuan yang sama dan telah menerbitkan 23 buku. Ayah Ibu mereka yang berbangga hati ternyata tak punya resep rahasia, cukup berikan banyak pilihan buku dan bacaan. Kedekatan mereka dengan buku inilah yang membuat Nadia dan kakaknya jadi sangat aktif menulis.

Inspirasi apa yang dapat dipetik dari Nadia?
Nadia dapat menunjukkan pada anak dan remaja kita bahwa suatu hobi yang ditekuni dengan serius, dapat membuat kita meraih hal-hal luar biasa. Di usianya yang masih sangat belia, Nadia juga berhasil menyebarkan pengaruh positif dengan cerita-cerita yang ia buat, diantaranya cerita novel My Life My Heaven, Pengalaman Meraih Bahagia, atau kumpulan cerpen Si Hati Putih.

Hamzah Izzulhaq

Sosok yang satu ini memang sudah bukan remaja lagi, namun jalan panjangnya menjadi pengusaha muda telah dimulai sejak kelas 3 SD. Demi menambah uang jajan, Ia berjualan kelereng, petasan, gambaran, menjadi ojek payung, bahkan mengamen. Di bangku SMP, Hamzah sempat ketagihan game online sehingga nilai-nilainya buruk. Meskipun mendapat penghasilan dari situ, namun ia memutuskan berhenti total karena ingin masuk ke SMA favoritnya. Ia kejar ketertinggalannya dengan disiplin dan banyak membaca buku motivasi, hingga akhirnya ia berhasil. Di SMA minatnya untuk menjadi pengusaha terus bertambah, mulai dari jualan pulsa, jualan buku pelajaran sekolah, jualan makanan, buka kedai fried chicken, hingga buka rumah makan. Berkali-kali ia menemui kegagalan, hingga di usianya yang baru 23 tahun ini Hamzah bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 360 juta per semester dari usaha franchise program bimbingan belajar, bisnis sofa bed, dan bisnis properti yang baru ia mulai pada 2016 lalu.

Inspirasi apa yang dapat dipetik dari Hamzah?
Pengalaman Hamzah yang pantang menyerah dalam menghadapi kegagalan dapat dijadikan contoh bagi anak-anak kita. Dalam mencapai tujuan, ada proses yang harus ditempuh dan tidak selalu menyenangkan. Namun apabila kita tidak berhenti berupaya, saat keberhasilan itu datang, kita akan merasa sangat puas dan bangga.

Selain 5 sosok di atas, tentu masih banyak anak dan remaja berprestasi di Indonesia. Kita dapat memperkenalkan sebanyak mungkin sosok yang menurut kita dapat membawa pengaruh positif bagi anak. Namun jangan lupa, yang paling besar perannya dalam membentuk karakter dan perilaku anak adalah orang-orang yang terdekat dengannya.

Semoga bermanfaat, Sahabat CC.

Sumber terkait:
jellyjellybeans.blogspot.co.id, cendikiawansuryaatmadja.wordpress.com, sports.sindonews.com, edupost.id, pengusaha.us

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

58 − = 55